JAWA POS RADAR MOJOKERTO -Dunia pendidikan Indonesia mulai memasuki babak baru seiring munculnya pembahasan mengenai arah Kurikulum 2026 yang disebut akan lebih menekankan pengembangan skill dan kreativitas siswa. Perubahan ini dinilai menjadi langkah penting agar sistem pendidikan mampu mengikuti kebutuhan zaman yang terus berkembang.
Jika sebelumnya pembelajaran identik dengan hafalan dan teori, kurikulum baru disebut akan lebih fokus pada kemampuan praktik, pemecahan masalah, komunikasi, hingga kreativitas siswa. Pelajar tidak hanya dituntut memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah tenaga pendidik menyambut positif arah perubahan tersebut. Mereka menilai siswa saat ini membutuhkan metode belajar yang lebih fleksibel dan relevan dengan perkembangan teknologi maupun dunia kerja modern. Kreativitas dan kemampuan berpikir kritis dianggap menjadi bekal penting menghadapi persaingan di masa depan.
Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga diperkirakan semakin diperkuat. Siswa akan lebih sering terlibat dalam proyek, diskusi kelompok, presentasi, hingga pembelajaran berbasis digital yang mendorong mereka aktif mencari solusi dan ide baru.
Baca Juga: Komisi IV DPR RI Pastikan Stok Beras di Bulog Mojokerto Aman, Stok Nasional Capai 5 Juta Ton
Meski demikian, perubahan kurikulum juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi sekolah dan guru. Adaptasi metode pembelajaran, kesiapan fasilitas, hingga kemampuan tenaga pengajar dalam mengikuti perkembangan teknologi menjadi perhatian utama agar penerapan kurikulum berjalan maksimal.
Beberapa orang tua berharap perubahan kurikulum tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga membangun karakter dan kemampuan sosial siswa. Mereka menilai pendidikan modern seharusnya mampu menciptakan generasi yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi perubahan zaman.
Pengamat pendidikan menilai kurikulum berbasis skill dan kreativitas dapat menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Namun keberhasilannya tetap bergantung pada kesiapan sekolah, guru, dan dukungan lingkungan belajar yang memadai.
Dengan arah pendidikan yang terus berubah, Kurikulum 2026 diharapkan tidak hanya mencetak siswa berprestasi di atas kertas, tetapi juga generasi yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan berkembang di era digital yang semakin kompetitif.
JATI
Editor : Imron Arlado