JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Belakangan ini, penyakit Hantavirus sedang ramai di bahas di media sosial. Banyak warganet mulai penasaran tentang virus yang disebut-sebut berawal dari tikus. Hantaavirus ini dapat menyebabkan gangguan yang cukup serius pada paru-paru dan organ tubuh lainnya.
Hantavirus merupakan virus yang biasanya menular melalui urine, air liur atau kotoran tikus yang terinfeksi. Seseorang bisa tertular saat menghirup udara yang sudah terkontaminasi, terutama di tempat kotor, lembap, atau jarang dibersihkan. Menurut informasi dari WHO dan CDC, gejala awal Hantavirus sering kali mirip flu biasa sehingga banyak orang tidak langsung menyadarinya.
Gejala Awal (Tahap Pertama: 1-5 Hari)
- Demam tinggi dan menggigil.
- Nyeri otot ekstrem, terutama di punggung, paha, dan bahu.
- Sakit kepala berat.
- Kelelahan parah dan rasa tidak enak badan.
- Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut
Baca Juga: Terbentuknya Kabupaten Mojokerto, Dirikan Pendapa, Alun-Alun, hingga Masjid Agung
Gejala Lanjutan (Tahap Lanjut: Setelah 5 Hari)
- Batuk kering yang cepat berkembang menjadi kesulitan bernapas parah.
- Penumpukan cairan di paru-paru (Sindrom Paru Hantavirus/HPS).
- Tekanan darah rendah dan detak jantung tidak teratur.
- Kulit atau bibir kebiruan karena kurang oksigen.
- Gagal ginjal akut (khusus pada kasus HFRS).
Jika kondisi semakin parah, penderita dapat mengalami batuk dan sesak napas akibat cairan yang mulai memenuhi paru-paru. Pada beberapa kasus, pasien bahkan mengalami kesulitan bernapas dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Meski terdengar mengkhawatirkan, Virus ini umumnya tidak mudah menular antar manusia dan lebih sering berasal dari paparan hewan pengerat seperti tikus. Namun, masyarakat dihimbau untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
TISA
Editor : Imron Arlado