Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bahaya Hantavirus di Balik Aktivitas Sehari-hari, Jangan Anggap Sepele Kebersihan Rumah

Imron Arlado • Minggu, 10 Mei 2026 | 11:42 WIB
Jangan remehkan kebersihan!
Jangan remehkan kebersihan!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Hantavirus kembali jadi perhatian publik setelah muncul laporan kasus yang dikaitkan dengan penularan dari tikus di beberapa negara.

Virus tersebut memang tergolong langka, tetapi para ahli kesehatan dunia mengingatkan bahwa hantavirus dapat menyebabkan penyakit serius, bahkan berujung kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Yang seringkali tidak disadari, risiko penularannya justru dapat muncul dari aktivitas sehari-hari di rumah, terutama jika lingkungan kotor dan banyak tikus.

Menurut penjelasan World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus merupakan virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan mencit liar.

Virus tersebut dapat menyebar melalui urine, air liur, dan kotoran tikus yang sudah terinfeksi. Ketika kotoran atau sarang tikus mengering lalu bercampur dengan debu, virus bisa beterbangan di udara dan terhirup oleh manusia.

Jadi, orang yang membersihkan gudang, loteng, dapur lembab, atau ruangan lama yang jarang dibuka memiliki risiko lebih tinggi terkena paparan virus tersebut.

Yang membuat hantavirus cukup berbahaya yaitu gejalanya di awal sering dianggap seperti flu biasa. Penderitanya biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, mual, hingga muntah.

Tetapi, beberapa hari kemudian kondisi tersebut dapat memburuk dengan cepat. Virus dapat menyerang paru-paru sehingga penderita mengalami sesak napas berat akibat cairan yang memenuhi paru-paru.

Di beberapa kasus, hantavirus juga dapat mengganggu fungsi ginjal. CDC menyebut tingkat kematian akibat Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) bisa mencapai sekitar 38 persen.

Kebanyakan orang tanpa sadar melakukan kebiasaan yang justru berisiko menyebarkan virus. Contohnya menyapu kotoran tikus secara langsung, membersihkan sarang tikus tanpa masker, atau memakai vacuum cleaner pada area yang penuh debu dan kotoran tikus.

Baca Juga: Terbentuknya Kabupaten Mojokerto, Dirikan Pendapa, Alun-Alun, hingga Masjid Agung

Cara seperti itu dapat membuat partikel virus beterbangan ke udara lalu masuk ke saluran pernapasan. Jadi, para ahli kesehatan menyarankan agar area yang terkontaminasi dibersihkan menggunakan cairan desinfektan terlebih dahulu, tidak langsung disapu dalam kondisi kering.

Kondisi rumah yang jarang dibersihkan juga dapat memicu datangnya tikus. Tumpukan barang bekas, sisa makanan terbuka, saluran air yang kotor, hingga celah kecil di pintu atau dinding dapat menjadi tempat tikus masuk dan berkembang biak.

Jika semakin banyak tikus di lingkungan rumah, semakin besar juga risiko paparan penyakit, termasuk hantavirus. Inilah alasannya mengapa menjaga kebersihan rumah bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan keluarga.

Untuk mencegah hantavirus, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Pastikan rumah memiliki ventilasi yang baik dan rutin dibersihkan. Simpan makanan di tempat tertutup rapat agar tidak mengundang tikus.

Tutup lubang atau celah yang bisa menjadi akses masuk tikus. Jika menemukan kotoran tikus, gunakan sarung tangan dan masker saat membersihkannya.

Semprot area tersebut dengan disinfektan atau campuran pemutih terlebih dahulu, lalu bersihkan menggunakan kain basah atau tisu sebelum dibuang ke plastik tertutup.

Meskipun kasus hantavirus tidak sebanyak penyakit menular lain, kewaspadaan tetap penting untuk dilakukan. Menjaga rumah tetap bersih dan bebas tikus menjadi langkah paling sederhana namun sangat efektif untuk mengurangi risiko penularan.

LULUS

Editor : Imron Arlado
#hantavirus #virus tikus #kesehata #kebersihan #bahaya