JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada 2026.
Hujan lebat yang disertai angin kencang dinilai dapat memicu berbagai bencana, salah satunya pohon tumbang yang kerap mengganggu aktivitas warga hingga menyebabkan kerusakan fasilitas umum.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah daerah dilaporkan mengalami hujan intensitas tinggi pada sore hingga malam hari.
Kondisi tersebut diperparah dengan angin kencang yang membuat banyak pohon besar di pinggir jalan rawan roboh.
Peristiwa pohon tumbang bahkan sempat menyebabkan kemacetan panjang, kerusakan kendaraan, hingga gangguan jaringan listrik di beberapa kota.
BMKG menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dapat dipicu oleh meningkatnya aktivitas atmosfer serta tingginya kelembaban udara.
Kondisi ini membuat pertumbuhan awan hujan menjadi lebih cepat dan intens, terutama saat masa peralihan musim.
Masyarakat diminta tidak berteduh di bawah pohon besar ketika hujan deras dan angin kencang terjadi karena beresiko membahayakan keselamatan.
Selain itu, pemerintah daerah bersama dinas terkait juga diminta aktif melakukan pemangkasan ranting pohon yang sudah tua atau rapuh.
Baca Juga: Tanpa Biaya Tambahan, Peserta JKN Dapatkan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas dan Setara
Banyak pohon di tepi jalan yang dinilai membutuhkan perawatan rutin agar tidak membahayakan pengguna jalan saat cuaca buruk melanda.
Warga yang berkendara juga diimbau lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur yang dipenuhi pepohonan besar.
Pengendara sepeda motor disarankan menggunakan jas hujan dengan aman dan mengurangi kecepatan ketika jarak pandang terganggu akibat hujan deras.
BMKG turut meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi potensi bencana sejak dini.
Kesadaran masyarakat terhadap risiko cuaca ekstrem dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi korban dan kerugian saat musim hujan berlangsung.
CINDY
Editor : Imron Arlado