KABUPATEN – Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi berdampak pada percepatan pembangunan daerah. Bahkan, kondisi itu mengakibatkan mundurnya lelang atau pengadaan atas belasan proyek jalan dan jembatan di Kabupaten Mojokerto.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah mengatakan, perubahan harga BBM belakangan turut berdampak terhadap timeline pengadaan paket pengerjaan infrastruktur di bumi Majapahit. Hal itu lantaran berpengaruh terhadap harga perkiraan sendiri (HPS) pada setiap biaya barang atau jasa proyek. ’’Mundur sedikit karena ada penyesuaian harga terkait kenaikan BBM. Tetapi, timeline awal kan Mei juga tanda tangan kontrak,’’ ungkapnya, kemarin (3/5).
Menurutnya perubahan harga BBM mengharuskan dinas PUPR melakukan penyesuaian harga terhadap setiap paket yang hendak dilelang. Sehingga, lanjut Yuni, jika teken kontrak yang awalnya ditargetkan awal Mei ini, dengan adaya perubahan tersebut paling tidak mundur hingga akhir Mei. ’’Target teken kontrak antara minggu ke-3 atau ke-4 bulan Mei,’’ tuturnya
Kendati ada perubahan jadwal, dinas PUPR optimistis percepatan pembangunan bisa segera digelar. Sebab, setiap paket proyek tahun ini tidak lagi menggunakan sistem tender, melainkan menerapkan mini kompetisi melalui e-katalog konstruksi. Sehingga dapat dipastikan prosesnya akan lebih cepat dibandingkan melalui sistem tender di layanan pengandaan secara elektornik (LPSE). ’’E-purchasing ini paling tidak hanya memerlukan sekitar dua minggu, tidak sampai berbulan-bulan seperti sistem tender. Jadi, kami optimistis, percepatan pembangunan tetap bisa kita lakukan,’’ tandasnya.
Data dinas PUPR menyebutkan, tahun ini infrastruktur tetap menjadi program prioritas pemerintah daerah. Khususnya pembangunan jalan raya dan jembatan yang sejauh ini masih menjadi kebutuhan dasar warga. Diploting sebesar Rp 58 miliar, anggaran tersebut menyasar 29 paket proyek yang harus diselesaikan di tahun berjalan. Terbagi dalam pengerjaan proyek pelebaran, rekonstruksi, pembangunan, dan 10 paket rehabilitasi jembatan. Sedangkan pelebaran dan rehabilitasi jalan raya tercatat ada 19 paket proyek. Bahkan, empat paket lainnya sudah on-progress. ’’Dalam waktu dekat ada 15 paket lainnya yang akan menyusul. Sekarang masih proses,’’ tandasnya. (ori/ris)
Editor : Imron Arlado