JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) menyisakan duka mendalam. Insiden yang melibatkan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang yang menewaskan belasan orang serta melukai puluhan penumpang lainnya. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.50 WIB dan langsung memicu kepanikan di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika sebuah kendaraan mobil taksi listrik dilaporkan berhenti di atas perlintasan rel. Taksi tersebut tertabrak KRL karena melintang diatas rel. Benturan itu menyebabkan kereta berhenti mendadak di jalur aktif.
Akibat kecelakaan awal, ada sebuah KRL tujuan Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur dan berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Baca Juga: Jasa Medis Pencabutan Implan KB di Mojokerto Terancam Tak Terbayar
Tidak lama kemudian, KA tersebut menghantam bagian belakang KRL tujuan Cikarang yang sedang berhenti.
Diduga karena jarak yang terlalu dekat dan keterbatasan sistem peringatan, masinis tidak memiliki cukup waktu untuk menghentikan laju kereta KA. Tabrakan pun tak terhindarkan, menghantam bagian belakang KRL dengan cukup keras hingga menembus gerbong wanita KRL.
Akibat benturan tersebut, terdapat sejumlah korban dilaporkan terjebak di dalam gerbong yang ringsek, sehingga proses evakuasi berlangsung sulit dan memakan waktu lama.
Baca Juga: Situs Beloh Mojokerto Jadi Temuan Penting di KCBN Trowulan
Tim gabungan dari petugas penyelamat, kepolisian, dan relawan dikerahkan untuk mengevakuasi korban menggunakan peralatan khusus.
Hingga pagi hari, proses evakuasi terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Data sementara mencatat sebanyak 14 orang meninggal dunia, dan lebih dari 80 orang mengalami luka-luka. Para korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Tender Proyek Kantor BPBD Kota Mojokerto Direviu
"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).
Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Evaluasi terhadap sistem keselamatan di perlintasan sebidang juga menjadi perhatian utama guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado