JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 diwarnai kabar duka. Hingga awal Mei, tercatat 7 jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj RI) mencatat dua jemaah haji wafat di Madinah sehingga total jemaah wafat mencapai tujuh orang.
Keduanya merupakan jemaah lanjut usia yang sebelumnya diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan. Dengan penambahan tersebut, total jemaah wafat sejak dimulainya operasional haji tahun ini mencapai tujuh orang.
Baca Juga: Satu Perlintasan Sebidang KA di Mojokerto tanpa Palang Pintu
Dua jemaah haji itu bernama Siti Sri Rahayu Sanusi (65) dari SOC 12, asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi (62) dari BPN 01 asal kota Samarinda.
Selain itu, puluhan jemaah lainnya saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Data sementara menunjukkan sekitar 39 orang dirawat dengan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, kelelahan, hingga komplikasi penyakit kronis. Sebagian jemaah lainnya menjalani rawat jalan dan tetap dalam pemantauan petugas kesehatan.
"Secara kumulatif, tercatat sebanyak 5.576 jemaah berobat rawat jalan dan 105 jemaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Sementara itu, sebanyak 125 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Hingga saat ini, jumlah jemaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 39 orang," ujar Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi dalam konferensi pers penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M yang disiarkan di YouTube Kemenhaj, Sabtu (2/5/2026).
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Mojokerto Ancam Cabut Izin Praktik Mandiri Bidan
Berdasarkan data yang diperoleh Kemenhaj hingga Jumat, 1 Mei 2026 sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Pemerintah melalui petugas haji telah menyiagakan layanan kesehatan di berbagai titik, termasuk di pemondokan dan fasilitas kesehatan rujukan. Jemaah diimbau untuk menjaga kondisi tubuh, mengatur waktu istirahat, serta tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunnah yang berlebihan.
Selain itu, keluarga jemaah di Tanah Air diminta untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada petugas di lapangan. Seluruh jemaah yang wafat telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi.
Penyelenggara haji juga terus mengingatkan pentingnya disiplin dalam menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Dengan kondisi cuaca yang ekstrem dan mobilitas tinggi, kewaspadaan menjadi kunci agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan lancar. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado