JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Mojokerto kembali mencuri perhatian para pecinta alam, khususnya kalangan anak muda. Salah satu destinasi yang kini tengah viral adalah Ranu Manduro. Tempat ini dikenal dengan panorama unik berupa hamparan padang hijau luas yang sekilas menyerupai savana di luar negeri.
Secara geografis, Ranu Manduro berada di kawasan perbukitan bekas tambang dengan latar belakang pemandangan gunung penanggungan dan gunung welirang. Perpaduan antara langit biru, rumput hijau, dan lanskap berbukit menjadikan tempat ini sangat fotogenik terutama saat pagi dan sore hari.
Daya tarik utama Ranu Manduro memang terletak pada keindahan alamnya yang masih alami. Banyak pengunjung datang hanya untuk duduk santai dan menikmati angin sejuk. Namun, bagi anak muda, tempat ini menjadi studio alam yang menawarkan latar sempurna untuk foto Instagramable, prewedding, hingga konten video kreatif.
Namun di balik pesonanya yang memikat hati banyak orang, Ranu Manduro menyimpan sejarah yang cukup menarik. Kawasan ini dulunya merupakan area tambang batu kapur yang aktif dan beroperasi. Aktivitas penambangan tersebut secara tidak langsung membentuk cekungan dan perbukitan kecil. Kemudian setelah tambang tidak lagi digunakan, area ini dibiarkan dan perlahan berubah secara alami.
Baca Juga: Desa Klinterjo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Dukung Kegiatan Pemugaran Situs Bhre Kahuripan
Seiring waktu, bekas lahan tambang tersebut ditumbuhi rumput hijau yang luas, terutama saat musim hujan. Beberapa cekungan bahkan sempat terisi air hingga menyerupai “ranu” atau danau kecil. Dari sinilah nama Ranu Manduro berasal, berpadu dengan nama desa setempat yang memiliki latar budaya yang khas.
meski semakin ramai dikunjungi, keaslian alam Ranu Manduro tetap terjaga dan memanjakan mata. Namun perlu kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar keindahan ini tidak rusak oleh aktivitas wisata.
Sebagai salah satu destinasi yang sedang naik daun, Ranu Manduro bukan hanya menawarkan keindahan visual saja, tetapi juga pengalaman yang berkesan. Dan jika dijaga bersama, Ranu Manduro akan terus menjadi kebanggaan Mojokerto sekaligus destinasi favorit yang tak lekang oleh waktu.
TISA
Editor : Imron Arlado