JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern, kehadiran sate kelapa tetap bertahan sebagai salah satu hidangan legendaris yang tak lekang oleh waktu.
Di berbagai sudut Mojokerto dan sekitarnya, kuliner ini masih menjadi buruan masyarakat, baik warga lokal maupun wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa khas Jawa Timur.
Sate kelapa atau yang juga dikenal sebagai sate klopo memiliki keunikan tersendiri dibandingkan sate pada umumnya.
Daging yang digunakan, baik ayam maupun sapi, dilumuri bumbu rempah khas lalu dibalut parutan kelapa sebelum dibakar diatas arang.
Teknik ini menghasilkan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit smoky yang khas di lidah.
Tidak hanya soal rasa, sejarah panjang menjadi salah satu alasan mengapa sate kelapa tetap eksis hingga kini.
Kuliner ini berasal dari tradisi masyarakat Jawa Timur, khususnya kawasan Surabaya dan sekitarnya, yang sudah ada sejak masa awal kemerdekaan.
Pada masa itu, penjual sate kelapa berkeliling kampung sebelum akhirnya membuka warung tetap dan diwariskan secara turun-temurun.
Fenomena serupa juga terlihat di Mojokerto. Beberapa penjual sate kelapa di daerah ini diketahui telah memasuki generasi kedua hingga ketiga.
Baca Juga: Budaya Tiongkok di Arsitektur Majapahit, Dari Rumah Tapak hingga Hiasan Nisan
Resep yang digunakan pun tetap dipertahankan tanpa banyak perubahan, sehingga cita rasa autentiknya tetap terjaga meski zaman terus berubah.
Rahasia kelezatan sate kelapa terletak pada pemilihan bahan dan teknik pengolahan.
Kelapa parut yang digunakan tidak hanya menambah rasa gurih, tetapi juga memberikan tekstur renyah pada bagian luar daging.
Selain itu, penggunaan arang dalam proses pembakaran menciptakan aroma khas yang sulit ditiru oleh metode modern.
Di Mojokerto sendiri, sate kelapa sering disajikan bersama lontong, sambal kacang, serta taburan bawang goreng.
Kombinasi ini menghadirkan sensasi rasa yang kompleks gurih dari kelapa, manis dari kecap, dan pedas dari sambal yang membuatnya selalu dirindukan pelanggan setia.
Memasuki tahun 2026, kuliner ini justru semakin populer di kalangan generasi muda. Media sosial turut berperan dalam mengangkat kembali popularitas sate kelapa sebagai kuliner tradisional yang “naik kelas”.
Banyak warung sederhana kini menjadi viral karena mempertahankan resep asli tanpa sentuhan modernisasi berlebihan.
Bagi masyarakat Mojokerto, sate kelapa bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya yang hidup.
Di balik setiap tusuk sate, tersimpan cerita tentang tradisi, keluarga, dan konsistensi menjaga rasa selama puluhan tahun.
Dengan cita rasa yang tetap autentik dan sejarah panjang yang menyertainya, sate kelapa diprediksi akan terus bertahan sebagai ikon kuliner legendaris tidak hanya di Mojokerto, tetapi juga di kancah kuliner Jawa Timur secara luas.
CINDY
Editor : Imron Arlado