JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar dalam cara manusia mengonsumsi informasi. Salah satu platform yang paling berpengaruh adalah TikTok, yang menghadirkan konten video singkat dengan durasi cepat dan alur yang dinamis. Tanpa disadari, kebiasaan ini mulai membentuk cara kita memperhatikan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari.
TikTok menawarkan pengalaman yang serba instan. Dalam hitungan detik, pengguna dapat berpindah dari satu video ke video lainnya hanya dengan menggeser layar. Pola ini menciptakan kebiasaan baru dalam menerima informasi yang serba cepat dan tidak bertele-tele.
Akibatnya, banyak orang mulai terbiasa menerima informasi dalam potongan-potongan pendek. Konten yang ringkas memang mudah dipahami, tetapi sering kali tidak memberikan ruang untuk pemahaman yang lebih mendalam. Hal ini perlahan mengubah cara otak memproses informasi.
Fenomena ini berdampak pada menurunnya rentang perhatian atau attention span. Aktivitas yang membutuhkan fokus lebih lama, seperti membaca buku atau menyimak materi pelajaran, kini terasa lebih sulit bagi sebagian orang yang terbiasa dengan konten cepat.
Baca Juga: PKL Kembali Menjamur di Jalan Residen Pamuji Kota Mojokerto
Di sisi lain, TikTok juga memiliki peran positif dalam menyampaikan informasi secara kreatif. Banyak kreator memanfaatkan platform ini untuk edukasi, mulai dari tips belajar hingga pengetahuan umum yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami.
Namun, penggunaan yang berlebihan dapat memicu ketergantungan. Algoritma yang menyesuaikan minat pengguna membuat seseorang terus terpikat untuk menonton, sehingga waktu yang dihabiskan pun semakin panjang tanpa disadari.
Para ahli menekankan pentingnya menjaga keseimbangan. Mengonsumsi konten singkat tetap boleh dilakukan, tetapi perlu diimbangi dengan aktivitas yang melatih fokus seperti membaca, berdiskusi, atau belajar secara mendalam.
Perubahan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya memengaruhi apa yang kita lihat, tetapi juga bagaimana kita berpikir. Oleh karena itu, bijak dalam menggunakan TikTok menjadi kunci agar kita tetap mampu menjaga kualitas perhatian di tengah derasnya arus informasi digital.
JATI
Editor : Imron Arlado