Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Rasa Lelah Tidak Selalu Kurang Tidur : Ini Penyebab Lainnya

Imron Arlado • Selasa, 14 April 2026 | 16:52 WIB
Rasa Lelah Tidak Selalu Berarti Kurang Tidur: Ini Penyebab Lainnya.
Rasa Lelah Tidak Selalu Berarti Kurang Tidur: Ini Penyebab Lainnya.

 JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Banyak orang mengira rasa lelah yang muncul setiap hari semata-mata disebabkan oleh kurang tidur. 

Padahal, para ahli kesehatan menegaskan bahwa kelelahan tidak selalu berkaitan langsung dengan durasi istirahat. 

Ada berbagai faktor lain yang dapat memicu tubuh terasa lemah, lesu, bahkan sulit berkonsentrasi.

Salah satu penyebab utama kelelahan adalah stres berkepanjangan. Tekanan dari pekerjaan, tugas sekolah, hingga masalah pribadi dapat menguras energi mental. 

Kondisi ini sering kali membuat tubuh tetap merasa lelah meski waktu tidur sudah cukup. 

Dalam jangka panjang, stres juga dapat mempengaruhi kualitas tidur itu sendiri.

Selain itu, pola makan yang tidak seimbang juga berperan besar. Tubuh membutuhkan asupan nutrisi seperti zat besi, vitamin, dan protein untuk menghasilkan energi. 

Kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi, dapat menyebabkan anemia yang ditandai dengan rasa lelah berlebihan dan pusing.

Faktor lain yang kerap diabaikan adalah kurangnya aktivitas fisik. Meskipun terdengar berlawanan, jarang bergerak justru dapat membuat tubuh semakin mudah lelah. 

Baca Juga: Pendaftaran Jalur Domisili SPMB SMA/SMK di Mojokerto Bakal Dibuka Lebih Awal 

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau olahraga teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan energi.

Tak hanya itu, dehidrasi juga menjadi penyebab umum kelelahan. Tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami penurunan fungsi organ, sehingga menimbulkan rasa lemas dan sulit fokus.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kecukupan cairan setiap hari.

Kelelahan juga bisa dipicu oleh gangguan kesehatan tertentu, seperti gangguan tiroid, diabetes, atau masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Dalam kasus ini, kelelahan biasanya berlangsung lebih lama dan tidak membaik meski sudah beristirahat.

Menurut para ahli, penting untuk mengenali tanda-tanda kelelahan yang tidak biasa.

Jika rasa lelah terus berlangsung dalam waktu lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Untuk mengatasi kelelahan, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga kualitas tidur, mengelola stres, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta mencukupi kebutuhan cairan.

Dengan memahami bahwa rasa lelah tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap kondisi tubuh dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

CINDY

 

Editor : Imron Arlado
#lelah #kurang tidur #konsentrasi #istirahat #kurang tidur berdampak buruk