Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Rahasia Sinar Matahari Pagi yang Tak Dimiliki Matahari Siang

Imron Arlado • Selasa, 14 April 2026 | 16:50 WIB
Rahasia sinar matahari pagi
Rahasia sinar matahari pagi

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Banyak orang mungkin masih menganggap semua sinar matahari itu sama saja. Selama berasal dari matahari, manfaatnya pun dianggap tidak jauh berbeda. Padahal, secara ilmiah, sinar matahari di pagi hari memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan siang hari.

Lalu, apa yang membuat sinar matahari pagi begitu istimewa?

Sinar matahari pagi, terutama sebelum pukul 9, memiliki intensitas yang lebih rendah dibandingkan siang hari. Kandungan sinar ultraviolet (UV) masih dalam batas yang relatif aman bagi kulit. Sebaliknya, saat siang hari, paparan sinar UV cenderung lebih kuat dan berisiko menyebabkan kerusakan kulit jika terlalu lama terpapar. Itulah mengapa banyak ahli menyarankan untuk berjemur di pagi hari, bukan siang.

Salah satu manfaat utama sinar matahari adalah membantu tubuh memproduksi vitamin D. Vitamin ini penting untuk menjaga kesehatan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung fungsi otot.

Menariknya, paparan sinar matahari pagi sudah cukup untuk merangsang produksi vitamin D tanpa resiko berlebih. Dengan durasi yang tepat, tubuh bisa mendapatkan manfaat maksimal tanpa harus khawatir efek samping.

Baca Juga: Minimnya Kesadaran Ortu Picu Maraknya Pernikahan Dini di Mojokerto

Paparan cahaya matahari pagi juga berperan dalam mengatur ritme sirkadian, yaitu “jam biologis” tubuh. Ritme ini mempengaruhi pola tidur, suasana hati, hingga tingkat energi sepanjang hari.

Saat tubuh terpapar cahaya alami di pagi hari, otak akan mendapat sinyal bahwa hari telah dimulai. Hal ini membantu kita merasa lebih segar, fokus, dan siap menjalani aktivitas. Sebaliknya, kurangnya paparan cahaya pagi bisa membuat tubuh terasa lemas dan mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Cahaya matahari pagi dapat merangsang produksi hormon serotonin, yaitu hormon yang berperan dalam menciptakan perasaan bahagia dan tenang. Inilah alasan mengapa berjalan santai di pagi hari sering membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Sementara itu, paparan sinar matahari siang yang terlalu terik justru bisa membuat tubuh cepat lelah dan tidak nyaman, terutama jika dilakukan dalam waktu lama. Berolahraga atau sekadar berjalan di bawah sinar matahari pagi terasa lebih nyaman karena suhu udara masih relatif sejuk. Kondisi ini membantu tubuh beraktivitas dengan lebih optimal tanpa cepat mengalami dehidrasi.

Berbeda dengan siang hari yang cenderung panas, aktivitas fisik bisa terasa lebih berat dan beresiko menyebabkan kelelahan berlebih. Sinar matahari memang sama-sama berasal dari sumber yang sama, tetapi manfaatnya bisa berbeda tergantung waktu paparan. Sinar matahari pagi menawarkan intensitas yang lebih aman, membantu produksi vitamin D, mengatur ritme tubuh, serta meningkatkan suasana hati.

Karena itu, meluangkan waktu sejenak untuk menikmati matahari pagi bukan hanya kebiasaan sederhana, tetapi juga investasi kecil bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

TISA

Editor : Imron Arlado
#siang #pagi #matahari #vitamin d #manfaat