Viral di Media Sosial, Penumpang Nekat Menahan Pintu Kereta Whoosh Demi Barang Tertinggal hingga Perjalanan Sempat Tertunda

Imron Arlado • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 21:01 WIB
Tangkapan layar video detik-detik seorang penumpang Whoosh terekam menahan pintu kereta cepat Whoosh di Stasiun Padalarang ketika akan diberangkatan. (Instagram/keretacepat_id)
Tangkapan layar video detik-detik seorang penumpang Whoosh terekam menahan pintu kereta cepat Whoosh di Stasiun Padalarang ketika akan diberangkatan. (Instagram/keretacepat_id)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang penumpang menahan pintu kereta cepat Whoosh viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi dari warganet. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Stasiun Padalarang saat kereta hendak diberangkatkan. Tindakan tersebut menyebabkan proses keberangkatan kereta sempat mengalami keterlambatan.

Dalam video yang beredar, diunggah oleh @keretacepat_id pada Kamis (9/4/2026), terlihat seorang penumpang berdiri di dekat pintu kereta yang hampir tertutup. Penumpang tersebut diduga menahan pintu karena menyadari barang bawaannya masih tertinggal di area peron.

Bahkan, sebagian tubuhnya tampak berada di luar kereta saat pintu hampir menutup, sehingga memicu kekhawatiran terkait keselamatan.

Baca Juga: Dari Nol Jadi Cuan: Panduan Cerdas Memulai Investasi untuk Pemula 

Petugas yang berada di lokasi segera merespons kejadian tersebut dengan mengambil barang yang tertinggal dan menyerahkannya kepada penumpang. Setelah situasi dinyatakan aman, pintu kereta kembali ditutup dan perjalanan dilanjutkan.

Akibat tindakan egois tersebut, sensor pada sistem pintu otomatis Whoosh mengalami gangguan teknis. Dampaknya tidak main-main, jadwal pemberangkatan yang seharusnya pukul 07.23 WIB terpaksa molor menjadi 07.25 WIB. Meski hanya dua menit, keterlambatan ini berdampak pada manajemen lalu lintas kereta cepat yang sangat ketat.

“Kami mengecam tindakan ini. Selain melanggar aturan, menahan pintu secara paksa berpotensi merusak sarana jangka panjang dan merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan,” tegas General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, Jumat (10/4).

Baca Juga: Cabut Uban Bikin Tumbuh Lebih Banyak, Mitos atau Fakta?

Pihak pengelola kereta cepat mengingatkan bahwa tindakan menahan pintu kereta merupakan pelanggaran terhadap prosedur keselamatan. Sistem pintu pada kereta cepat dirancang otomatis dan sensitif, sehingga intervensi secara paksa dapat berisiko merusak sistem maupun membahayakan penumpang.

Selain itu, tindakan tersebut juga dapat mengganggu kelancaran operasional serta merugikan penumpang lain yang telah mematuhi aturan.

Insiden ini pun menjadi perhatian publik, dengan banyak warganet yang mengkritik tindakan tersebut sebagai perilaku yang tidak bertanggung jawab. Mereka menilai bahwa keselamatan bersama seharusnya menjadi prioritas utama dalam penggunaan transportasi publik.

Baca Juga: Langkah Sederhana Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Sebagai langkah pencegahan, pihak operator mengimbau seluruh penumpang untuk selalu memastikan barang bawaan sebelum naik ke kereta. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, penumpang diharapkan segera melapor kepada petugas, bukan mengambil tindakan yang berisiko.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya disiplin dan kesadaran dalam menggunakan fasilitas umum, terutama yang berkaitan dengan keselamatan banyak orang. SEPTIANA

 

Editor : Imron Arlado
kereta whoosh stasiun padalarang pelanggaran stasiun tunda keberangkatan kereta