Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tetaplah Jadi Diri Sendiri di Tengah Arus Tren yang Terus Berubah

Imron Arlado • Jumat, 10 April 2026 | 18:05 WIB
Tetap jadi diri sendiri di tengah banyaknya tren
Tetap jadi diri sendiri di tengah banyaknya tren

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di era sekarang, tren datang dan pergi dengan sangat cepat. Apa yang hari ini viral, bisa jadi besok sudah dilupakan. Mulai dari gaya berpakaian, cara berbicara, hingga kebiasaan di media sosial, semuanya terus berubah mengikuti arus zaman. Di tengah derasnya perubahan ini, tidak sedikit orang merasa terdorong untuk selalu ikut tren agar tidak dianggap ketinggalan.

Mengikuti tren sebenarnya bukan hal yang salah. Bahkan, dalam beberapa situasi, tren bisa menjadi cara untuk mengekspresikan diri atau menambah wawasan. Namun, masalah muncul ketika seseorang mulai kehilangan jati dirinya hanya demi menyesuaikan diri dengan apa yang sedang populer.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Jati diri terbentuk dari nilai, pengalaman, dan cara pandang yang tidak bisa disamakan dengan orang lain. Ketika seseorang terlalu fokus mengikuti tren, ada risiko bahwa ia mulai mengabaikan apa yang sebenarnya ia sukai atau yakini.

Agar tetap bisa mengikuti perkembangan tanpa kehilangan identitas, diperlukan sikap yang bijak. Salah satu caranya adalah dengan menyaring tren yang datang. Tidak semua tren harus diikuti. Pilihlah yang sesuai dengan kepribadian dan nilai yang kamu pegang. Dengan begitu, kamu tetap bisa relevan tanpa harus berubah menjadi orang lain.

Selain itu, penting juga untuk mengenal diri sendiri dengan baik. Ketika kamu tahu apa yang kamu suka, apa yang membuatmu nyaman, dan apa yang menjadi prinsip hidupmu, kamu tidak akan mudah terbawa arus. Kamu bisa menikmati tren sebagai pelengkap, bukan sebagai penentu siapa dirimu.

Baca Juga: Jalan Rusak di Ruas Pekukuhan-Ngoro Mojokerto Diperbaiki

Lingkungan juga sering kali memengaruhi keputusan kita dalam mengikuti tren. Tekanan sosial, baik secara langsung maupun melalui media sosial, bisa membuat seseorang merasa harus selalu mengikuti apa yang sedang ramai. Di sinilah pentingnya memiliki kepercayaan diri. Dengan percaya pada diri sendiri, kamu tidak akan mudah merasa tertinggal hanya karena tidak mengikuti tren tertentu.

Tidak kalah penting, belajar untuk merasa cukup dengan diri sendiri. Kamu tidak harus selalu terlihat “up to date” di mata orang lain. Justru, keaslian diri sering kali lebih dihargai daripada sekadar ikut-ikutan. Orang yang autentik biasanya lebih mudah dikenali dan diingat.

Pada akhirnya, tren hanyalah bagian dari dinamika kehidupan yang akan terus berubah. Sementara itu, jati diri adalah sesuatu yang lebih mendalam dan bertahan lama. Dengan bersikap selektif dan tetap mengenal diri sendiri, kamu bisa tetap menikmati tren tanpa kehilangan siapa dirimu sebenarnya.

TISA

 
 
Editor : Imron Arlado
#percaya diri #media sosial #tren #diri sendiri #jati diri