Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fenomena Pink Moon 2026 Jadi Daya Tarik Pecinta Astronomi, Ini Cara Mengamatinya dengan Jelas

Imron Arlado • Senin, 6 April 2026 | 08:13 WIB
Fenomena Pink Moon 2026 Jadi Daya Tarik Pecinta Astronomi, Ini Cara Mengamatinya dengan Jelas.
Fenomena Pink Moon 2026 Jadi Daya Tarik Pecinta Astronomi, Ini Cara Mengamatinya dengan Jelas.

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO -  Fenomena langit bertajuk Pink Moon kembali menjadi perhatian para pecinta astronomi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Pada April 2026, bulan purnama ini diprediksi akan tampil memukau dan menjadi momen yang dinantikan untuk kegiatan pengamatan langit.

Meski disebut Pink Moon, bulan tidak benar-benar berubah warna menjadi merah muda. Istilah ini berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang mengaitkan bulan purnama April dengan mekarnya bunga liar berwarna merah muda, yakni phlox.

Nama tersebut kemudian populer dan digunakan secara luas dalam dunia astronomi populer.

Fenomena ini terjadi saat fase bulan purnama, yakni ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi tampak terang sepenuhnya.

Pada 2026, Pink Moon diperkirakan mencapai puncaknya pada pertengahan April dan dapat diamati dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus.

Antusiasme masyarakat terhadap fenomena ini cukup tinggi. Banyak komunitas astronomi, fotografer, hingga masyarakat umum memanfaatkan momen ini untuk mengabadikan keindahan langit malam.

Di sejumlah daerah, kegiatan pengamatan bersama bahkan kerap diadakan untuk mengedukasi masyarakat tentang fenomena astronomi.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Tetapkan Sembilan Cagar Budaya Tingkat Kabupaten

Untuk mendapatkan hasil pengamatan yang optimal, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pilih lokasi dengan minim polusi cahaya, seperti daerah perbukitan, pantai, atau pinggiran kota.

Kedua, pastikan cuaca cerah dan langit bebas awan. Ketiga, waktu terbaik untuk mengamati adalah saat bulan mulai terbit di ufuk timur hingga mencapai posisi tinggi di langit.

Bagi yang ingin mengabadikan momen ini, penggunaan kamera dengan lensa telefoto atau mode malam pada ponsel dapat membantu menghasilkan gambar yang lebih jelas. Tripod juga disarankan untuk menjaga kestabilan saat memotret.

Selain menjadi tontonan menarik, fenomena Pink Moon juga menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengenalkan ilmu astronomi kepada masyarakat luas. Para ahli menyebutkan bahwa fenomena seperti ini dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap sains, khususnya bidang astronomi.

Dengan persiapan yang tepat, masyarakat dapat menikmati keindahan Pink Moon 2026 secara maksimal. Fenomena ini tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga pengingat akan keindahan dan keteraturan alam semesta yang terus berlangsung.

CINDY

 

Editor : Imron Arlado
#pink moon #astronomi #fenomena langit #fenomena #2026