JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Fenomena cahaya terang yang melintas di langit Lampung pada Sabtu malam (4/4/2026) sempat menghebohkan warga. Banyak yang mengira benda tersebut adalah komet karena terlihat memiliki ekor panjang bercahaya dan bergerak melintasi langit dalam beberapa detik.
Rekaman video dari warga pun dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.
Beberapa saksi mata mengaku terkejut saat melihat cahaya tersebut. Selain terang, objek itu juga tampak seperti pecah menjadi beberapa bagian kecil sebelum akhirnya menghilang.
Baca Juga: HalalBihalal JW Group Perkuat Sinergi dengan Nuansa Jawa Kuno di The Alana Hotel Malang
Peristiwa ini membuat sebagian warga merasa khawatir, terutama karena fenomena serupa jarang terjadi dan tidak semua orang memahami penyebabnya.
Namun, para ahli astronomi memberikan penjelasan berbeda. Berdasarkan karakteristik yang terlihat, fenomena tersebut diduga bukan komet maupun meteor alami, melainkan sampah antariksa yang masuk ke atmosfer Bumi.
Sampah antariksa ini bisa berupa bagian dari roket atau satelit yang sudah tidak berfungsi dan kembali jatuh ke Bumi.
Baca Juga: Dirut BULOG Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran di Mojokerto
Ketika benda tersebut memasuki atmosfer, gesekan dengan udara menyebabkan suhu meningkat drastis. Akibatnya, benda itu terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang dapat terlihat dari permukaan Bumi.
Proses ini juga dapat menyebabkan objek tampak terpecah-pecah, sehingga menimbulkan efek visual yang dramatis.
Ahli menjelaskan bahwa fenomena seperti ini sebenarnya tidak berbahaya. Sebagian besar material akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan. Kalaupun ada sisa yang jatuh, ukurannya biasanya kecil dan jarang menimbulkan dampak signifikan.
Baca Juga: Langkah Kecil, Dampak Besar: Cara Sederhana Menjaga Lingkungan Sehari-hari
Peristiwa di Lampung ini menjadi pengingat bahwa tidak semua fenomena cahaya di langit merupakan benda langit alami seperti komet atau meteor. Dengan meningkatnya aktivitas manusia di luar angkasa, keberadaan sampah antariksa memang menjadi hal yang perlu diperhatikan. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado