Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Kehidupan

Imron Arlado • Minggu, 5 April 2026 | 16:20 WIB
Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Kehidupan.
Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Kehidupan.

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu.

Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan karakter dinilai menjadi pondasi utama dalam membangun generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Konsep pendidikan karakter menekankan pada penanaman nilai-nilai moral seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan empati.

Nilai-nilai ini menjadi bekal penting bagi individu dalam menjalani kehidupan sosial maupun profesional di masa depan.

Pengamat pendidikan, Siti Rahmawati, menjelaskan bahwa pendidikan karakter seharusnya dimulai sejak usia dini.

“Sekolah dan keluarga memiliki peran yang sama penting dalam membentuk karakter anak.

Jika hanya mengandalkan pendidikan formal tanpa dukungan lingkungan keluarga, hasilnya tidak akan optimal,” ujarnya.

Di Indonesia, upaya penguatan pendidikan karakter telah menjadi perhatian pemerintah melalui berbagai program yang terintegrasi dalam kurikulum.

Baca Juga: DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Sebar Tim Reaksi Cepat di Empat Eks Wilayah Kawedanan

Salah satunya adalah kebijakan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang mendorong penerapan nilai-nilai karakter dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain di sekolah, pendidikan karakter juga dapat dibentuk melalui aktivitas sehari-hari, seperti keterlibatan dalam kegiatan sosial, organisasi, maupun kegiatan keagamaan.

Interaksi sosial yang positif dinilai mampu menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Namun, tantangan dalam penerapan pendidikan karakter masih cukup besar. Pengaruh lingkungan digital, seperti media sosial, sering kali menghadirkan nilai-nilai yang tidak sejalan dengan norma yang berlaku.

Oleh karena itu, peran orang tua dalam memberikan pendampingan dan pengawasan menjadi sangat penting.

Sejumlah sekolah kini mulai mengintegrasikan pendidikan karakter melalui metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti diskusi kelompok, proyek sosial, hingga kegiatan berbasis pengalaman.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode ceramah semata, karena siswa dapat langsung mempraktikkan nilai-nilai yang diajarkan.

Pakar pendidikan menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat diukur dalam jangka pendek.

Proses ini membutuhkan konsistensi, keteladanan, serta kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dengan pendidikan karakter yang kuat, diharapkan generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral yang baik.

Baca Juga: Parkir Berlangganan di Kota Mojokerto Bakal Digugat di PTUN

Hal ini menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, beradab, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

CINDY

 

Editor : Imron Arlado
#pondasi kehidupan #pendidikan #akademik #karakter #Individu