JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Fenomena pink moon merupakan salah satu peristiwa astronomi yang terjadi setiap tahun pada awal bulan April. Nama tersebut sering membuat penasaran karena terdengar unik, dan bahkan sebagian orang yang mengira bulan akan berubah menjadi berwarna merah muda.
Secara ilmiah, pink moon adalah istilah untuk menyebut bulan purnama yang muncul di bulan April, jadi bukan karena warna bulan benar-benar berubah. Fenomena tersebut juga akan terjadi setiap tahun dan selalu menjadi momen yang menarik untuk diamati oleh masyarakat, terutama pecinta astronomi.
Pink moon merupakan bagian dari siklus alami bulan purnama yang terjadi sekitar satu kali dalam setiap bulan. Sejak dulu, masyarakat di berbagai wilayah dunia, terutama di Amerika Utara, akan memberi nama khusus pada setiap bulan purnama berdasarkan dengan kondisi alam atau musim yang sedang berlangsung.
Contohnya, bulan purnama pada bulan Januari disebut Wolf Moon, Februari disebut Snow Moon, Maret disebut Worm Moon, April disebut Pink Moon, dan Mei disebut Flower Moon.
Penamaan tersebut digunakan sebagai penanda waktu dan perubahan musim, terutama sebelum kalender modern digunakan dengan umum.
Asal-usul nama pink moon berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang mengamati perubahan alam di sekitarnya. Kata “pink” dalam pink moon tidak merujuk pada warna bulan, melainkan pada bunga liar berwarna merah muda yang disebut phlox atau moss pink.
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Tetapkan Sembilan Cagar Budaya Tingkat Kabupaten
Bunga tersebut biasanya mulai bermekaran pada awal musim semi, yang waktunya bertepatan dengan munculnya bulan purnama di bulan April. Jadi, bulan purnama tersebut kemudian dinamakan pink moon sebagai simbol datangnya musim baru.
Meskipun namanya Pink Moon, bulan yang akan terlihat di langit tetap sama seperti bulan purnama pada umumnya, yaitu berwarna putih kekuningan atau keperakan.
Namun, dalam kondisi tertentu bulan memang akan tampak sedikit kemerahan atau oranye, saat posisinya berada rendah di dekat cakrawala atau ketika kondisi udara berdebu dan berawan.
Tetapi perubahan warna tersebut merupakan hal yang normal dan dapat terjadi pada bulan purnama kapan saja, bukan hanya saat pink moon di bulan April.
Pink Moon juga memiliki makna penting dalam kehidupan dan budaya. Di belahan Bumi utara, kemunculan pink moon seringkali menandakan awal musim semi, yaitu masa ketika tanaman mulai tumbuh dan bunga mulai bermekaran setelah musim dingin.
Jadi, pink moon sering dikaitkan dengan simbol pertumbuhan, harapan baru, dan awal kehidupan yang lebih segar. Bahkan dalam tradisi keagamaan Kristen, bulan purnama setelah titik ekuinoks musim semi yang sering kali bertepatan dengan pink moon biasanya digunakan sebagai acuan untuk menentukan tanggal perayaan Paskah di setiap tahunnya.
LULUS
Editor : Imron Arlado