Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Musim Pancaroba, Periode Peralihan Cuaca yang Sering Picu Gangguan Kesehatan Masyarakat

Imron Arlado • Minggu, 29 Maret 2026 | 15:23 WIB
Mengenal Musim Pancaroba, Periode Peralihan Cuaca yang Sering Picu Gangguan Kesehatan Masyarakat.
Mengenal Musim Pancaroba, Periode Peralihan Cuaca yang Sering Picu Gangguan Kesehatan Masyarakat.

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan ini menjadi tanda bahwa Indonesia tengah memasuki musim pancaroba.

Periode peralihan antara musim hujan dan musim kemarau ini kerap membawa dampak signifikan, terutama terhadap kesehatan masyarakat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa musim pancaroba ditandai dengan perubahan suhu udara yang ekstrim, arah angin yang tidak stabil, serta potensi hujan yang turun secara tiba-tiba dalam durasi singkat.

Kondisi ini membuat masyarakat harus lebih waspada, terutama terhadap risiko penyakit yang meningkat selama masa peralihan cuaca.

Pada musim pancaroba, tubuh manusia dituntut beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat.

Ketika daya tahan tubuh menurun, berbagai penyakit pun lebih mudah menyerang. Beberapa gangguan kesehatan yang umum terjadi antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu, batuk, hingga demam berdarah dengue (DBD).

Menurut pakar kesehatan, perubahan suhu yang drastis dapat mempengaruhi sistem imun tubuh.

Selain itu, genangan air akibat hujan yang tidak menentu juga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran, Ribuan Orang Turun Stasiun Mojokerto

“Musim pancaroba merupakan periode rawan penyakit. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama menjaga kebersihan lingkungan dan daya tahan tubuh,” ujar seorang tenaga medis di Surabaya.

Untuk menghadapi musim pancaroba, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat. Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, serta rutin berolahraga menjadi langkah penting untuk menjaga imunitas tubuh.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor krusial. Membersihkan saluran air, menutup tempat penampungan air, serta menghindari genangan dapat mencegah berkembangnya nyamuk pembawa penyakit.

Penggunaan masker saat kondisi udara tidak bersih atau saat mengalami gejala flu juga dianjurkan guna mencegah penularan penyakit ke orang lain.

Selain berdampak pada kesehatan, musim pancaroba juga berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat, hingga petir. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk transportasi dan kegiatan luar ruangan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca dan memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala. Kewaspadaan menjadi kunci untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Para ahli menilai bahwa edukasi mengenai musim pancaroba masih perlu terus digencarkan. Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami risiko kesehatan yang dapat muncul selama periode ini.

Dengan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini, sehingga dampak negatif musim pancaroba dapat diminimalkan.

Baca Juga: TPG Madrasah Swasta di Kota Mojokerto Akhirnya DicairkanBaca Juga: TPG Madrasah Swasta di Kota Mojokerto Akhirnya Dicairkan

Musim pancaroba memang tidak dapat dihindari, namun dengan kesiapsiagaan dan pola hidup sehat, masyarakat dapat tetap menjalani aktivitas dengan aman dan produktif di tengah perubahan cuaca yang dinamis.

CINDY

 

Editor : Imron Arlado
#periode #kesehatan #peralihan #cuaca #musim pancaroba