JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Warga Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan oleh penemuan dua jenazah pria di atap sebuah masjid pada Rabu (26/3).
Kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk setelah dilaporkan hilang selama 6 hari.
Penemuan bermula dari kecurigaan seorang marbot masjid yang mencium bau tidak sedap di sekitar area masjid tersebut. Bau menyengat itu semakin terasa kuat hingga akhirnya diketahui berasal dari bagian atas bangunan, tepatnya di sekitar kubah masjid. Bahkan, marbot sempat mendapati belatung yang jatuh dari atas.
Baca Juga: Arus Balik Landai, One Way Dibatalkan dan Tol Trans Jawa Kembali Normal
Setelah dilakukan pengecekan, marbot masjid menemukan dua jasad pria tergeletak di atap. Kondisi keduanya sudah tidak utuh akibat pembusukan. Kejadian ini pun segera dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.
Dari informasi yang didapat, kedua korban diketahui merupakan warga sekitar yang sebelumnya dilaporkan menghilang selama kurang lebih 6 hari.
Identitas keduanya telah dikenali oleh pihak keluarga setelah proses evakuasi dilakukan. Kedua mayat yang ditemukan diketahui warga Brebes bernama Iwan dan Bambang.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Hentikan Pembelajaran Daring, Ini Pertimbangan dan Kebijakannya
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses evakuasi dilakukan Rabu (25/3) malam. Jenazah keduanya diturunkan dari atas dengan menggunakan tali.
Diduga, kedua pria tersebut meninggal akibat tersengat aliran listrik saat berada di area atap masjid. Hal ini mengingat terdapat instalasi listrik di sekitar kubah yang diduga sedang dalam perbaikan.
"Untuk penyebab kematian sendiri karena tersengat listrik. Jadi dapat diterangkan di TKP atap atau dak masjid ada kabel yang bertegangan tinggi yang menjuntai di dasar dak tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz.
Baca Juga: Suasana Hangat Halal Bihalal Warnai Hari Pertama Sekolah Setelah Lebaran
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk warga dan pihak yang terakhir kali melihat korban sebelum dinyatakan hilang. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado