Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Nyepi dan Lebaran Berdekatan di 2026, Ini Rangkaian Upacara dan Aturannya

Imron Arlado • Kamis, 19 Maret 2026 | 19:42 WIB

Rangkaian ritual Nyepi 2026 mulai Melasti hingga pawai ogoh-ogoh di Bali.
Rangkaian ritual Nyepi 2026 mulai Melasti hingga pawai ogoh-ogoh di Bali.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2026 menjadi perhatian karena waktunya berdekatan dengan Idul Fitri. Tahun baru saka yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2026, sementara Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Kedekatan dua hari besar tersebut membuat masyarakat diimbau untuk tetap menjaga toleransi dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah masing-masing.

Momentum ini dinilai menjadi contoh harmoni kehidupan beragama di Indonesia, khususnya di Bali yang menjadi pusat perayaan Nyepi setiap tahunnya.

Rangkaian Hari Raya Nyepi 2026

Perayaan Hari Raya Nyepi diawali dengan sejumlah rangkaian ritual yang dilakukan secara bertahap oleh umat Hindu, khususnya di Bali. Rangkaian ini menjadi bagian penting dari tradisi keagamaan yang bertujuan menyucikan diri dan alam sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

  1. Upacara Melasti

 Upacara Melasti dilaksanakan sekitar tiga hingga empat hari sebelum Nyepi. Dalam prosesi ini, umat Hindu membawa benda-benda sakral dari pura menuju laut, sungai, atau danau untuk disucikan. Air dipercaya sebagai simbol pemurnian yang membersihkan kotoran lahir dan batin.

 

 

  1. Tawur Agung Kesanga

 Sehari sebelum Nyepi digelar upacara Tawur Agung Kesanga. Ritual ini dilakukan dengan berbagai persembahan atau sesajen sebagai bentuk menjaga keseimbangan alam sekaligus menetralisir energi negatif.

  1. Pawai Ogoh-ogoh

 Pada malam sebelum Nyepi, masyarakat menggelar pawai ogoh-ogoh. Patung raksasa ini melambangkan sifat buruk atau kekuatan negatif dalam kehidupan manusia yang kemudian dibakar sebagai simbol menghilangkan energi negatif.

  1. Hari Raya Nyepi

 Puncak perayaan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026. Umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yakni tidak menyalakan api (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), dan tidak menikmati hiburan (Amati Lelanguan).

  1. Ngembak Geni

 Setelah Nyepi, umat Hindu merayakan Ngembak Geni. Tradisi ini menjadi momen untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial sebagai awal kehidupan baru di Tahun Saka.

Aturan bagi Wisatawan dan Masyarakat Umum di Bali

  1. Selama Nyepi, aktivitas di Bali

berlangsung sangat terbatas aturan tersebut berlaku bagi semua orang tanpa

terkecuali. Seperti halnya tetap di dalam Hotel/Rumah, wisatawan wajib tinggal

di dalam area hotel, dan warga di rumah masing-masing.

 

  1. Bandara Internasional Ngurah Rai Ditutup, tidak ada penerbangan domestik maupun internasional.
  2. Transportasi Umum Berhenti, jalan

raya akan kosong, dan transportasi umum tidak beroperasi.

  1. Data Seluler/Internet Dimatikan:

Layanan data seluler (kecuali Wifi di hotel) biasanya dimatikan oleh penyedia

layanan, dan siaran televisi/radio tidak ada.

  1. Pecalang yakni petugas keamanan adat

(Pecalang) akan berpatroli untuk memastikan kepatuhan. Pelanggar bisa dikenakan

denda atau diwajibkan melakukan ngayah (membersihkan area pura).

Imbauan untuk Menjaga Toleransi

Pemerintah Provinsi Bali bersama majelis umat beragama telah menyepakati langkah untuk menjaga ketertiban karena waktu Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan. Salah satunya adalah imbauan agar takbiran dilaksanakan di rumah masing-masing apabila waktunya bertepatan dengan Nyepi.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan imbauan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antarumat beragama.

"Kemarin waktu rapat dengan semua majelis umat beragama sudah ada imbauan agar takbirannya dilaksanakan di rumah masing-masing, imbauan dari majelisnya begitu, bukan imbauan dari gubernur," ujarnya di Denpasar, Senin (16/3/2026).

Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan agar dua perayaan besar keagamaan itu dapat berjalan aman dan kondusif.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman di Indonesia dapat berjalan berdampingan melalui sikap saling menghormati antarumat beragama. NESTI

Editor : Imron Arlado
#bali #Nyepi 2026 #tradisi nyepi bali #ogoh ogoh #rangkaian Nyepi #toleransi beragama #Idul Fitri 2026 #tahun baru saka #hari raya nyepi #Nyepi dan Lebaran