JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bulan Ramadan menjadi waktu bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Dalam menjalankan puasa, sahur merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena juga berfungsi sebagai bekal energi selama menjalani puasa seharian.
Meski demikian, tidak sedikit orang yang kadang melewatkan sahur karena tertidur, bangun kesiangan, atau tidak sengaja. Kondisi ini kemudian sering menimbulkan pertanyaan: apakah puasa tetap sah jika seseorang tidak sahur?
Secara hukum, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak sempat sahur selama niat puasa sudah dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Sahur bukan syarat sah puasa tetapi merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Jika melewatkan sahur, seseorang bisa lebih mudah merasa lemas, cepat lapar, serta berisiko mengalami dehidrasi saat menjalani puasa.
Baca Juga: Jelang Sidang Isbat 19 Maret, Simak Prediksi Lebaran 2026 dan Jadwal Libur Panjang
Berikut beberapa tips agar tetap kuat menjalani puasa meski tanpa sahur, diantaranya:
1. Mengurangi Aktivitas Fisik yang Berat
Tanpa sahur, cadangan energi tubuh lebih terbatas. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi aktivitas fisik yang terlalu berat agar tubuh tidak cepat kelelahan. Jika memungkinkan, atur jadwal pekerjaan agar aktivitas yang lebih berat dilakukan setelah berbuka puasa.
2. Menghindari Paparan Panas Berlebihan
Paparan sinar matahari secara langsung dapat mempercepat tubuh kehilangan cairan melalui keringat. Kondisi ini bisa membuat rasa haus muncul lebih cepat, terutama jika sejak awal tubuh tidak mendapatkan asupan cairan saat sahur. Jadi, usahakan untuk berada di tempat yang teduh serta hindari aktivitas di luar ruangan dalam waktu yang terlalu lama.
3. Mengatur Ritme Aktivitas Sehari-hari
Jika harus tetap bekerja atau beraktivitas, usahakan melakukannya dengan ritme yang lebih santai. Hindari terburu-buru dan berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat sejenak di sela-sela aktivitas. Mengatur tempo aktivitas dapat membantu tubuh menghemat energi sehingga tidak cepat merasa kelelahan.
4. Memperbanyak Istirahat
Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh tetap menghemat energi. Jika memungkinkan, sempatkan juga untuk tidur sejenak di siang hari karena mampu membantu tubuh memulihkan energi dan membuat tubuh terasa lebih segar.
Baca Juga: Insiden di PIM 2, Pria 32 Tahun Tewas Setelah Jatuh dari Lantai Tiga
5. Segera Berbuka dengan Makanan Bergizi
Saat waktu berbuka tiba, konsumsi makanan bergizi secara bertahap. Awali dengan air putih dan makanan manis secukupnya seperti kurma untuk mengembalikan energi, lalu dilanjutkan dengan makanan utama yang seimbang (mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral) agar kebutuhan nutrisi tubuh kembali terpenuhi.
Meski puasa tetap sah tanpa sahur, kebiasaan melewatkan sahur sebaiknya tidak dilakukan secara terus-menerus. Sahur memiliki banyak manfaat bagi tubuh, seperti menjaga kestabilan gula darah, menyediakan cadangan energi, serta membantu tubuh tetap terhidrasi selama menjalani puasa yang bisa berlangsung lebih dari 12 jam.
Melewatkan sahur saat puasa dapat meningkatkan risiko tubuh menjadi lebih cepat lemas, sulit berkonsentrasi, hingga memicu keluhan kesehatan tertentu, terutama bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu. Oleh sebab itu, sahur tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa. PUTRI
Editor : Imron Arlado