Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Akankah Harga BBM Naik Lagi Menjelang Lebaran 2026? Ini Analisis Para Pengamat Energi

Imron Arlado • Jumat, 6 Maret 2026 | 19:05 WIB

Akankah Harga BBM Naik Lagi Menjelang Lebaran 2026? Ini Analisis Para Pengamat Energi.
Akankah Harga BBM Naik Lagi Menjelang Lebaran 2026? Ini Analisis Para Pengamat Energi.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026, isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat.

Banyak pihak bertanya-tanya apakah pemerintah akan kembali menaikkan harga BBM di tengah meningkatnya konsumsi energi dan gejolak harga minyak dunia.

Pemerintah memastikan bahwa BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Lebaran 2026, meskipun kondisi global tengah bergejolak.

Namun, pengamat energi menilai potensi kenaikan masih dapat terjadi pada jenis BBM non-subsidi yang mengikuti mekanisme pasar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM subsidi selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Harga jenis BBM seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi lonjakan harga saat masa mudik.

Pemerintah juga memastikan bahwa stok BBM dan LPG dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran.

Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Lebaran tetap stabil.

Meski BBM subsidi dijaga stabil, harga BBM non-subsidi telah mengalami kenaikan sejak awal Maret 2026.

Sebagai contoh, beberapa jenis BBM mengalami penyesuaian harga, antara lain:

Penyesuaian tersebut dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) mengikuti mekanisme pasar dan pergerakan harga minyak dunia sesuai regulasi energi yang berlaku.

Sejumlah pengamat energi menilai dinamika geopolitik global dapat mempengaruhi harga BBM di Indonesia.

Memanasnya konflik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, membuat harga minyak mentah dunia cenderung meningkat. Kondisi ini berpotensi memberi tekanan pada harga BBM domestik, terutama yang tidak disubsidi pemerintah.

Jika konflik tersebut berdampak pada jalur distribusi minyak dunia, seperti di kawasan Selat Hormuz, maka harga minyak global bisa kembali melonjak.

Selain faktor global, kenaikan permintaan energi juga menjadi pertimbangan penting.

Pertamina memproyeksikan konsumsi bensin selama periode mudik Lebaran 2026 meningkat hingga sekitar 12 persen dibandingkan hari biasa.

Lonjakan konsumsi ini biasanya dipicu oleh:

Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar distribusi BBM tetap lancar.

Pengamat energi menilai bahwa dalam jangka pendek pemerintah kemungkinan akan menahan kenaikan harga BBM subsidi demi menjaga stabilitas ekonomi dan sosial selama Ramadan dan Lebaran.

Namun untuk BBM non-subsidi, penyesuaian harga tetap mungkin terjadi karena dipengaruhi oleh:

  1. Fluktuasi harga minyak mentah dunia
  2. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
  3. Biaya distribusi dan impor energi
  4. Kondisi geopolitik global

Jika harga minyak dunia terus naik dalam beberapa bulan ke depan, maka kenaikan BBM non-subsidi setelah Lebaran tetap berpotensi terjadi.

Secara umum, masyarakat dapat sedikit bernapas lega karena BBM subsidi dipastikan tidak naik hingga Lebaran 2026.

Namun, dinamika global dan mekanisme pasar membuat harga BBM non-subsidi tetap berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik, pemerintah dan pelaku industri energi kini fokus menjaga stabilitas pasokan, harga, dan distribusi BBM agar aktivitas Lebaran berjalan lancar.

CINDY

Editor : Imron Arlado
#Harga BBM #lebaran #minyak #bbm #naik