JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi membuat banyak masyarakat mulai mencari pilihan transportasi yang lebih hemat dan efisien.
Salah satu alternatif yang sering dibicarakan adalah kendaraan listrik. Dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak, kendaraan listrik dinilai memiliki biaya penggunaan yang lebih rendah dan lebih ramah lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat dengan kendaraan listrik dikabarkan terus meningkat. Penjualan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dari tahun 2024.
Di pertengahan 2025, jumlah kendaraan listrik yang beredar di Indonesia telah melampaui 100.000 unit. Angka tersebut telah menunjukkan bahwa sudah banyak masyarakat yang mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif dari kendaraan berbahan bakar fosil.
Perkembangan pasar kendaraan listrik juga terlihat dari meningkatnya kontribusi penjualannya. Di tahun 2025, kendaraan listrik diperkirakan telah menyumbang lebih dari 15 persen dari total penjualan mobil baru di Indonesia.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai mendapatkan tempat di pasar otomotif nasional.
Alasan utama kendaraan listrik semakin diminati adalah potensi penghematan biaya penggunaan. Penggunaan kendaraan listrik dapat mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.
Sebagai gambaran, kendaraan listrik yang digunakan untuk menempuh jarak sekitar 20.000 kilometer dapat mengurangi kebutuhan impor BBM hingga sekitar 1.320 liter.
Selain itu, biaya operasional kendaraan listrik juga bisa lebih rendah sehingga pemilik kendaraan berpotensi menghemat pengeluaran hingga jutaan rupiah setiap tahun.
Perkembangan kendaraan listrik juga didukung oleh masuknya investasi dari berbagai perusahaan otomotif. Banyak produsen kendaraan global yang mulai menghadirkan produk kendaraan listrik di Indonesia.
Dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik juga terus dilakukan di berbagai wilayah.
Ketersediaan pengisian daya ini sangat penting karena menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik.
Baca Juga: Merawat Harmoni, Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto Gelar Buka Bersama Ratusan Warga
Tetapi, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan utamanya yaitu harga kendaraan listrik yang masih relatif lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional.
Selain itu, jika insentif dari pemerintah berkurang atau dihentikan, harga kendaraan listrik diperkirakan bisa meningkat hingga sekitar 15 persen.
Jadi, kondisi tersebut akan mempengaruhi minat masyarakat untuk membeli kendaraan listrik. Dan infrastruktur pengisian daya yang masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan kondisi harga BBM yang cenderung naik dan tidak selalu stabil, kendaraan listrik memiliki peluang besar untuk semakin diminati di masa depan.
Jika pembangunan infrastruktur terus diperluas dan dukungan kebijakan tetap berjalan, kendaraan listrik berpotensi menjadi pilihan transportasi yang semakin umum digunakan oleh masyarakat Indonesia.
LULUS
Editor : Imron Arlado