JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman di tengah dinamika global yang mempengaruhi harga minyak dunia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, ketahanan cadangan BBM Indonesia saat ini berada di kisaran 20 hingga 23 hari. Angka tersebut merujuk pada kapasitas penyimpanan atau storage yang dimiliki Indonesia saat ini.
Menurutnya, kapasitas penyimpanan BBM nasional maksimal berada di sekitar 25 hari. Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) dan Pertamina, posisi cadangan pasokan terakhir tercatat sekitar 22–23 hari.
Baca Juga: Gubernur Jatim: Pasar Murah Ramadan Jadi Instrumen Kendalikan Inflasi
Ia menjelaskan, keterbatasan tersebut bukan berarti stok BBM akan habis dalam waktu dekat, melainkan karena kapasitas tangki penyimpanan dalam negeri memang belum sebesar standar global.
Secara internasional, sejumlah negara menerapkan standar cadangan energi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan.
Penguatan kapasitas penyimpanan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas energi jangka panjang.
Pemerintah juga memastikan tidak ada persoalan terkait subsidi BBM dalam negeri. Distribusi dan pasokan untuk masyarakat tetap berjalan normal di berbagai daerah.
Baca Juga: Khofifah-BPN Jatim Serahkan 444 Sertifikat Pemprov dan Tempat Ibadah
Meski demikian, pemerintah mengakui adanya potensi penyesuaian harga minyak dunia sebagai dampak situasi geopolitik global. Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan tersebut guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Ancaman Kenaikan Harga Energi dan Inflasi RI
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mulai merealisasikan diversifikasi sumber impor energi, termasuk mendatangkan sebagian pasokan dari Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk untuk kebutuhan elpiji (LPG).
Pemerintah menegaskan, berbagai upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika global. RICA