JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Menjelang hari raya idul fitri, Masyarakat biasanya sudah disuguhi berbagai hidangan khas lebaran seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga kue kering. Di Tengah euphoria perayaan, ahli gizi mengingatkan pentingnya menjaga pola makan seimbang agar tubuh tetap sehat dan bugar.
Menurut para pakar Kesehatan, perubahan pola makan secara drastis setelah sebulan berpuasa dapat berdampak pada sistem pencernaan. Konsumsi makanan tinggi lemak, santan, gula, dan garam dalam jumlah berlebihan berisiko memicu gangguan Kesehatan seperti lonjakan gula darah, kolesterol meningkat, hingga gangguan lambung.
Selain itu, prinsip “Isi Piringku” tetap perlu diterapkan saat Lebaran. Setengah piring sebaiknya diisi dengan sayur dan buah, sementara seperempat lainnya sumber protein, dan seperempat sisanya karbohidrat. Dengan komposisi ini, asupan nutrisi tetap seimbang meskipun menikmati menu khas hari raya.
Baca Juga: Harga 2 Jutaan REDMI 15 Jadi Smartphone dengan Fitur Paling Lengkap dikelasnya
Tak kalah penting, kontrol porsi juga menjadi kunci. Mengambil makanan dalam porsi kecil namun beragam lebih disarankan dibanding mengambil satu jenis makanan dalam jumlah besar. Jika ingin mencicipi kue kering, cukup satu hingga dua potong dan hindari mengkonsumsinya secara terus-menerus sepanjang hari.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki setelah bersilaturahmi juga dapat membantu menjaga metabolisme tubuh tetap optimal. Minum air putih yang cukup serta membatasi minum manis menjadi Langkah sederhana yang berdampak besar bagi Kesehatan.
Lebaran sejatinya menjadi momen kebahagiaan dan kebersamaan. Dengan menerapkan pola makan seimbang dan bijak dalam memilih menu, Masyarakat, dapat tetap menikmati hidangan tanpa harus mengorbankan Kesehatan.
JATI
Editor : Imron Arlado