JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menjalani puasa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, melainkan juga kebersihan tubuh termasuk kesehatan mulut. Salah satu keluhan yang kerap muncul selama menjalankan ibadah puasa adalah bau mulut, terutama pada siang hingga sore hari.
Bau mulut saat puasa merupakan kondisi yang umum terjadi dan normal. Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman dalam waktu lama sehingga produksi air liur menurun. Padahal, air liur berfungsi sebagai pembersih alami rongga mulut dan membantu menekan pertumbuhan bakteri.
Berkurangnya produksi air liur membuat rongga mulut menjadi kering dan menjadi tempat berkembangnya bakteri di lidah, gigi, dan sela-sela mulut. Kondisi inilah yang memicu munculnya bau mulut dan kerap menurunkan rasa percaya diri.
Selain karena kekurangan cairan, bau mulut juga dapat disebabkan oleh masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, radang gusi, dan sariawan. Adapun faktor lain yang memicu bau mulut, diantaranya:
- Konsumsi makanan yang berbau menyengat, seperti terasi dan petai
- Jarang menggosok gigi dan membersihkan lidah
- Kebiasaan merokok
- Masalah pada rongga hidung dan tenggorokan, seperti sinusitis dan radang amandel
- Penyakit tertentu, seperti penyakit asam lambung (GERD), diabetes, penyakit ginjal, gangguan hati, atau infeksi saluran pernapasan.
Meski demikian, bau mulut saat puasa dapat diminimalkan dengan perawatan yang tepat. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi bau mulut selama puasa:
- Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
- Menyikat gigi dan membersihkan lidah secara rutin sangat penting.
- Penggunaan obat kumur antibakteri juga dapat membantu.
- Cukupi kebutuhan cairan saat sahur dan setelah berbuka.
- Perbanyak konsumsi buah dan sayur.
- Gunakan pasta gigi berfluoride agar mulut tetap sehat.
Dengan perawatan yang tepat, bau mulut saat puasa tidak perlu menjadi penghalang. Ibadah tetap khusyuk dan aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih nyaman. PUTRI
Editor : Imron Arlado