JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sahur menjadi waktu penting bagi umat Muslim sebelum menjalankan ibadah puasa. Menu yang dikonsumsi saat sahur sangat menentukan kekuatan tubuh sepanjang hari.
Sayangnya, masih banyak yang memilih makanan dan minuman kurang tepat sehingga mudah lemas, haus, bahkan gangguan lambung.
Agar puasa tetap lancar, berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat sahur:
- Minuman Berkafein dan Berkarbonasi
Minuman seperti kopi, teh kental, hingga minuman bersoda memang terasa menyegarkan. Namun, kandungan kafein dalam kopi dan teh bersifat diuretik, yang dapat memicu tubuh lebih sering buang air kecil. Akibatnya, cairan tubuh lebih cepat berkurang dan rasa haus datang lebih awal.
Begitu pula minuman berkarbonasi yang dapat menyebabkan perut terasa kembung dan tidak nyaman saat berpuasa. Sebagai gantinya, pilih air putih yang cukup atau infused water agar tubuh tetap terhidrasi.
Baca Juga: Masjid An Nahdliyah, Sooko, Kabupaten Mojokerto Akulturasi Budaya Islam dan Jawa
- Makanan Gorengan dan Tinggi Lemak
Gorengan seperti bakwan, tempe goreng, risoles, atau makanan yang sangat berminyak memang menggoda selera saat sahur. Namun, makanan tinggi lemak cenderung sulit dicerna dan dapat memicu asam lambung naik.
Selain itu, konsumsi lemak berlebih membuat tubuh terasa berat dan mudah mengantuk di pagi hari. Jika ingin lauk, sebaiknya pilih olahan yang direbus, dikukus, atau dipanggang agar lebih sehat.
- Makanan Tinggi Gula
Kue manis, sirup, donat, hingga minuman kemasan dengan kadar gula tinggi sebaiknya dibatasi saat sahur. Gula sederhana memang cepat memberi energi, tetapi juga cepat membuat kadar gula darah turun drastis.
Akibatnya, tubuh mudah lemas dan lapar sebelum waktu berbuka tiba. Lebih baik pilih sumber energi yang lebih stabil seperti buah segar atau karbohidrat kompleks.
- Makanan Terlalu Pedas
Bagi pecinta pedas, sambal menjadi menu wajib. Namun, makanan terlalu pedas dapat mengiritasi lambung dan memicu rasa tidak nyaman saat puasa. Bahkan pada sebagian orang, makanan pedas bisa menyebabkan diare atau perut mulas.
Jika tetap ingin sensasi pedas, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan tidak berlebihan.
Baca Juga: Tempat Karaoke di Kota Mojokerto Dilarang Beroperasi Selama Puasa
- Makanan Sangat Asin
Ikan asin, telur asin, atau camilan asin lainnya memang nikmat disantap dengan nasi hangat. Tetapi, makanan tinggi garam dapat meningkatkan rasa haus lebih cepat karena menarik cairan dalam tubuh. Semakin banyak asupan garam, semakin besar risiko dehidrasi saat berpuasa. Karena itu, perhatikan kadar garam dalam menu sahur.
- Karbohidrat Olahan Sederhana
Karbohidrat olahan sederhana seperti roti putih, mie instan, atau nasi putih dalam porsi berlebihan cenderung cepat dicerna tubuh. Dampaknya, rasa kenyang tidak bertahan lama.
Sebagai alternatif, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, kentang rebus, atau roti gandum yang mampu memberikan energi lebih tahan lama.
Baca Juga: Dijerat TPPU, Terdakwa Bandar Sabu Batal Ajukan Eksepsi
Memilih menu sahur yang tepat menjadi kunci menjaga stamina sepanjang hari. Perbanyak konsumsi air putih, sayur, buah, serta protein seimbang agar tubuh tetap kuat hingga waktu berbuka. Dengan pola makan yang bijak, ibadah puasa pun bisa dijalani dengan lebih nyaman dan maksimal. RICA
Editor : Imron Arlado