JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di bulan Ramadan, berbuka puasa dengan es manis sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia karena terasa menyegarkan setelah seharian menahan haus dan lapar. Namun, kebiasaan ini tidak selalu baik bagi kesehatan jika dilakukan secara langsung dan berlebihan.
Menurut kesehatan, tubuh membutuhkan waktu penyesuaian setelah berpuasa lebih dari 12 jam. Asupan minuman dingin dengan kandungan gula tinggi secara tiba-tiba dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari pencernaan hingga lonjakan gula darah.
Berikut beberapa alasan mengapa minum es manis saat berbuka puasa tidak dianjurkan:
- Memicu gangguan pencernaan: Suhu dingin dapat membuat lambung “kaget” sehingga berisiko menimbulkan perut kembung, nyeri, hingga mual.
- Lonjakan gula darah secara cepat: Kandungan gula tinggi pada minuman manis dapat menyebabkan gula darah naik drastis, yang berujung tubuh terasa lemas dan mudah mengantuk.
- Berisiko menaikkan berat badan: Bagi yang ingin menurunkan berat badan selama Ramadan, kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Air dingin dapat memperlambat proses pembakaran lemak, sehingga berat badan justru berpotensi meningkat.
- Menimbulkan keluhan Kesehatan: Konsumsi air dingin saat berbuka juga dikaitkan dengan munculnya sakit kepala atau migrain. Selain itu, dapat memicu sakit tenggorokan hingga pilek.
- Mengganggu proses pencernaan: Air es dapat menyebabkan penyempitan usus dan pembuluh darah, sehingga proses pencernaan terganggu dan perut terasa tidak nyaman.
Meski demikian, bukan berarti minuman dingin sepenuhnya harus dihindari saat berbuka. Ada beberapa cara aman yang dapat diterapkan agar tubuh tetap nyaman, di antaranya:
- Awali berbuka dengan air putih atau minuman hangat, Air putih membantu menghidrasi tubuh secara bertahap dan lebih aman bagi lambung.
- Konsumsi kurma atau buah secukupnya, Kurma mengandung gula alami yang membantu mengembalikan energi tanpa lonjakan berlebihan.
- Beri jeda sebelum minum es manis, Jika tetap ingin minuman dingin, sebaiknya tunggu sekitar 15–30 menit setelah berbuka.
- Batasi kadar gula, Pilih minuman dengan kadar gula rendah atau gunakan pemanis alami secukupnya.
Dengan memperhatikan pola berbuka puasa yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan favorit tanpa mengorbankan kesehatan. Berbuka puasa bukan sekadar melepas dahaga, tetapi juga menjaga tubuh agar tetap bugar selama menjalani ibadah Ramadan. PUTRI
Editor : Imron Arlado