JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan awal Ramadhan setelah menggelar sidang isbat di Jakarta, Selasa (malam).
Keputusan tersebut menjadi acuan bagi mayoritas umat Muslim di Tanah Air untuk memulai ibadah puasa.
Sidang isbat dipimpin Menteri Agama dan dihadiri perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, ahli falak, perwakilan duta besar negara sahabat, serta instansi terkait.
Proses penetapan diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan hisab, kemudian dilanjutkan dengan laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Sejumlah organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah turut mengikuti jalannya sidang.
Meski memiliki metode penentuan yang berbeda, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah dan saling menghormati apabila terdapat perbedaan dalam memulai puasa.
Menurut pakar astronomi yang hadir dalam sidang, kriteria penentuan awal bulan hijriah mengacu pada tinggi hilal dan sudut elongasi yang telah disepakati.
Penetapan ini disambut antusias masyarakat. Sejumlah masjid di berbagai daerah mulai mengumumkan jadwal salat tarawih perdana.
Pusat-pusat perbelanjaan juga terlihat ramai oleh warga yang mempersiapkan kebutuhan sahur dan berbuka.
Baca Juga: Proyek Irigasi dan Bendung di Mojokerto Dialokasikan Rp 5,6 Miliar
Pemerintah mengimbau umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah serta kepedulian sosial.
Selain itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga ketertiban dan toleransi dalam menyikapi perbedaan.
Dengan keputusan sidang isbat tersebut, umat Muslim di Indonesia kini bersiap menyambut bulan suci dengan penuh harap dan semangat kebersamaan.
CINDY
Editor : Imron Arlado