JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah.
Penetapan ini menjadi acuan nasional bagi pelaksanaan ibadah puasa, penentuan jadwal ibadah, hingga aktivitas keagamaan masyarakat selama bulan Ramadhan.
Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang ini dilaksanakan di Jakarta dan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB.
Pengumuman resmi ke masyarakat umumnya disampaikan sekitar pukul 18.30–19.00 WIB melalui konferensi pers pemerintah.
Sidang Isbat menjadi rujukan nasional dalam menentukan awal ibadah puasa karena menggunakan dua metode utama, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan sabit).
Di hari yang sama, pemantauan hilal dilakukan di banyak titik observasi di seluruh Indonesia bertujuan untuk memastikan apakah bulan sabit sudah memenuhi kriteria visibilitas yang disepakati.
Baca Juga: Proyek Irigasi dan Bendung di Mojokerto Dialokasikan Rp 5,6 Miliar
Jadi, Data posisi bulan seperti ketinggian hilal dan sudut elongasi akan dipaparkan oleh para ahli sebelum dibahas dalam forum musyawarah.
Sidang akan dipimpin Nasaruddin Umar dan melibatkan berbagai unsur, termasuk perwakilan Majelis Ulama Indonesia, pakar astronomi dan falak, organisasi masyarakat Islam, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Keterlibatan yang banyak dari berbagai pihak bertujuan untuk memastikan keputusan yang diambil telah memiliki dasar ilmiah sekaligus pertimbangan keagamaan yang kuat.
Jika hasil dari pengamatan menunjukkan hilal terlihat dan memenuhi kriteria, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Ramadhan. Tetapi, jika hilal masih belum terlihat atau belum memenuhi syarat, bulan Sya'ban disempurnakan menjadi 30 hari terlebih dahulu.
Pemerintah telah menegaskan bahwa keputusan Sidang Isbat adalah pedoman resmi secara nasional, sehingga masyarakat diimbau untuk menunggu terlebih dahulu pengumuman pemerintah sebelum melaksanakan puasa ramadhan.
LULUS
Editor : Imron Arlado