JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tradisi ruwah desa di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (13/2/2026), berlangsung semarak.
Agenda tahunan itu dikemas modern melalui Medali Spektakuler Carnival, dengan menghadirkan 32 mobil sound sistem yang menggetarkan sepanjang rute karnaval.
Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dari Balai Dusun Kelampisan dan finis di Lapangan Desa Medali.
Di depan balai desa, para peserta menampilkan kreativitas terbaiknya untuk dinilai empat dewan juri. Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp 10 juta.
Kepala Desa Medali Mitafuddin menjelaskan, ruwah desa merupakan tradisi tahunan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT sekaligus mendoakan para leluhur.
“Ini bersih desa untuk bersyukur dan mendoakan leluhur yang telah mendahului kita,” ujarnya.
Sejak ia menjabat pada 2015 lalu, perayaan yang sebelumnya digelar terpisah di masing-masing dusun, kini diakomodir menjadi satu agenda besar. Menurutnya, selain mempererat persatuan warga, kemasan karnaval juga memberi dampak ekonomi.
“Tahun ini temanya Medali Spektakuler Carnival. Kita angkat sejarah dan budaya supaya masyarakat tidak melupakan jati dirinya. Tujuan lainnya jelas, agar ekonomi warga meningkat,” tegasnya.
UMKM Kecipratan Berkah
Seementara itu, kemeriahan karnaval membawa berkah bagi pelaku UMKM. Verdi, pedagang asal Blitar yang membuka lapak minuman dan makanan, mengaku omzetnya naik signifikan.
“Bagus untuk kemajuan UMKM. Omzet bisa naik 20 sampai 30 persen dibanding hari biasa,” katanya.
Ia menjual aneka minuman seperti teh, kopi, dan berbagai minuman es, serta makanan seperti mie, sosis bakar, dan pop mie. Menurutnya, setiap ruwah desa selalu tersedia stand UMKM, dan ia rutin ikut berjualan.
Namun, faktor cuaca menjadi tantangan utama. “Kalau cuaca mendukung, pembeli ramai. Kalau hujan pasti pengaruh,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus digelar karena terbukti mendongkrak pendapatan pedagang kecil.
Dukung Kreativitas dan Seni Lokal
Tak hanya UMKM, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pekerja seni. Andi, kru 4WD Audio nomor urut 13, menilai pelaksanaan tahun ini jauh lebih rapi.
“Sangat bagus, tertata dan sesuai prosedur. Tidak berantakan seperti tahun kemarin,” ujarnya.
Menurutnya, konsep karnaval yang terinspirasi dari event besar di Malang memberi warna tersendiri bagi Ruwah Desa Medali. Selain hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi bagi pekerja seni dan budaya.
Andi sendiri sudah dua tahun terakhir terlibat dalam kegiatan tersebut, mewakili RT 8 Dusun Medali.
Dengan balutan modern tanpa meninggalkan nilai tradisi, Ruwah Desa Medali tahun ini tak hanya menjadi ajang doa dan syukur. Lebih dari itu, menjadi momentum kolaborasi antara budaya, hiburan, dan penggerak ekonomi masyarakat. RICA/NESTI
Editor : Imron Arlado