Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Romi Jahat Berpulang, Sosok Penting dalam Gerakan Musik Punk Indonesia

Imron Arlado • Selasa, 10 Februari 2026 | 17:29 WIB
Romi Jahat, musisi legendaris sekaligus  pendiri band Romi & Jahats
Romi Jahat, musisi legendaris sekaligus pendiri band Romi & Jahats

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dunia musik punk berduka setelah kabar Romi Jahat atau Adie Indra Dwiyanto, vokalis awal band punk Marjinal, tutup usia, Selasa (10/2/2026).

Kabar duka itu disampaikan melalui akun resmi @rtjofficial yang menuliskan bahwa sosok yang mereka panggil “Babeh” tersebut berpulang, disertai ucapan terima atas kasih cinta dan dukungan yang selama ini telah diberikan.

“Romi Jahat, Babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan, Al-Fatihah,” menurut unggahan akun resmi @rtjofficial pada Selasa, 10 Februari 2026.

Romi diketahui lahir dan besar di Jakarta dan selama dua pekan terakhir dikabarkan menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang menurun. Meskipun masih belum ada informasi akurat  mengenai penyakit yang diderita.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Dorong Integrasi Digital FKRTL lewat Awarding Transformasi Digital dan Sosialisasi Apotek Online serta Rekam Medis Elektronik

Sebagai bagian dari formasi awak Marjinal sejak 1997, Romi menjadi salah satu suara utama dalam perkembangan musik punk akar rumput Indonesia. Bersama Mike, Bob, dan Proph, ia ikut membentuk identitas Marjinal menjadi band yang terkenal menyuarakan keresahan sosial dan persoalan kemanusiaan.

Marjinal dikenal sebagai kelompok band punk yang konsisten mengangkat isu hukum, keadilan, hak asasi manusia dan kehidupan kelompok yang terpinggirkan.

Mike, gitaris band, pernah menegaskan bahwa karya-karya mereka lahir dari empati terhadap buruh, petani, nelayan, hingga masyarakat miskin kota.

Sejumlah lagu Marjinal seperti Buruh Tani, Darah Juang, dan Marsinah menjadi semacam lagu kebangsaan perlawanan di kalangan masyarakat akar rumput.

 

Baca Juga: Pohon Rawan Tumbang di Mojosari Mojokerto Disasar Pemangkasan

 

Perjuangan Romi untuk terus mewakili keresahan sosial dan suara kaum yang terpinggirkan tidak berhenti setelah ia hengkang dari Marjinal. Semangat itu ia melanjutkan melalui Romi & The Jahats, yang menjadi ruang bagi dirinya untuk tetap menyuarakan kritik dan refleksi atas realitas hidup masyarakat kecil.

Pada awalnya proyek band yang ia buat itu diberi nama Romy and The Bad Boy, sebelum kemudian resmi berganti menjadi Romi & The Jahats pada Juni 2009.

Band yang lahir di Jakarta ini sejak awal diharapkan menjadi ruang bagi Romi  dan para anggotanya untuk menjawab sekaligus mengeksplorasi berbagai tantangan dalam kehidupan nyata.

Jiwa Romi & Jahats dibentuk dari berbagai pengalaman tentang kekejaman, intrik, kepalsuan, ironi, serta proses jatuh bangun yang kemudian menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi karya-karya mereka. ASIKHA

Editor : Imron Arlado
#Romi Jahat meninggal #band punk #duka #Romi Jahat