Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengapa Hujan Meteor Terjadi? Inilah Proses Ilmiah Meteor Shower di 2026

Imron Arlado • Sabtu, 7 Februari 2026 | 20:12 WIB

Proses ilmiah hujan meteor!
Proses ilmiah hujan meteor!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Hujan meteor adalah peristiwa alam ketika banyak bintang jatuh yang terlihat di langit dalam waktu berdekatan. Sebenarnya, itu bukan bintang, melainkan adalah partikel kecil dari luar angkasa masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, hingga memancarkan cahaya dan terjadi di malam hari.

Hujan meteor sebagian berasal dari komet, yaitu benda langit yang tersusun dari es, debu, dan batuan. Saat komet mendekati Matahari, panasnya akan membuat es menguap dan melepaskan debu serta pecahan kecil batuan ke luar angkasa.

Pecahan tersebut tidak langsung menghilang, melainkan tertinggal di sepanjang jalur orbit komet. Dan akan membentuk semacam awan debu di ruang angkasa. Namun, selain komet, hujan meteor dapat berasal dari asteroid.

Saat Bumi mengelilingi Matahari setiap tahun dengan jalur yang hampir sama. Di waktu tertentu, orbit Bumi berpotongan dengan jalur debu yang ditinggalkan oleh komet atau asteroid.

Baca Juga: Penonaktifan PBI-JK di Mojokerto Didasarkan Penyesuaian Data

Di saat itulah, partikel-partikel kecil tersebut akan masuk ke atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga dapat mencapai puluhan kilometer per detik.

Saat partikel kecil ini memasuki atmosfer, gesekan dengan udara akan membuat suhunya meningkat drastis. Akhirnya, partikel tersebut terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi dan menghasilkan garis cahaya sebagai meteor atau bintang jatuh.

hujan meteor utama yang dapat diamati pada tahun 2026 antara lain yaitu Quadrantids yang akan terjadi di awal Januari, Lyrids akan muncul sekitar dibulan April, Perseids terjadi di bulan Agustus biasanya menjadi salah satu hujan meteor paling Populer. Orionids muncul di bulan Oktober, dan Geminids akan terjadi di bulan Desember dan dikenal sangat aktif.

Hujan meteor tidak berbahaya dan aman untuk manusia. Partikel yang masuk ke atmosfer ukurannya sangat kecil dan terbakar habis sebelum menyentuh permukaan Bumi.

LULUS

Editor : Imron Arlado
#meteoroid #astronomi #benda langit #hujan meteor #fenomena langit #asteroid #edukasi Sains dan Antariksa #bintang jatuh #Komet