JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menjelang Ramadhan 1447 H/2026, masyarakat Indonesia kembali dihadapkan dengan situasi yang selalu berulang . Yakni kenaikan harga bahan pokok.
Kondisi tersebut terjadi di berbagai daerah dan menyentuh banyak jenis kebutuhan utama sehari-hari yang dikonsumsi masyarakat. Di sebagian besar pasar tradisional, harga komoditas penting mulai menunjukkan tren naik.
Bahan pokok seperti beras, ayam ras, telur, cabai, bawang merah, dan bawang putih menjadi komoditas paling terasa kenaikannya. Di Jawa Timur, data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok telah mencatat kenaikan harga komoditas seperti cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, dan garam menjelang Ramadhan.
Kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan umumnya terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat. Saat Ramadan, kebutuhan untuk sahur dan berbuka puasa membuat konsumsi bahan makanan meningkat dengan signifikan.
Baca Juga: Pencairan TPG Guru Madrasah di Mojokerto Masih Buram
Komoditas seperti minyak goreng, daging ayam, daging sapi, cabai, dan telur mengalami lonjakan permintaan yang paling tinggi. Ketika permintaan naik lebih cepat dibandingkan pasokan, harga di pasar ikut terdorong naik.
Faktor lainnya yang dapat memengaruhi harga antara lain distribusi dan logistik. Di beberapa wilayah, pasokan tidak selalu datang tepat waktu, jadi stok di pasar terbatas.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, pemerintah mengambil berbagai langkah. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar dan pasar murah di sejumlah wilayah agar masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.
Kenaikan harga bahan pokok tentu berdampak pada daya beli masyarakat, terutama untuk rumah tangga yang penghasilan terbatas. Beban pengeluaran lebih meningkat karena kebutuhan pangan selama Ramadan justru lebih besar.
LULUS
Editor : Imron Arlado