JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Nama Meriyati Hoegeng jarang menjadi sorotan publik. Namun, keteguhan prinsip hidup yang ia jalani meninggalkan jejak keteladanan yang kuat. Kini, sosok tersebut telah berpulang, meninggalkan duka mendalam, termasuk bagi dunia kepolisian Indonesia.
Meriyati Hoegeng meninggal dunia pada usia 100 tahun di RS Polri, Kramat Jati, jakarta Timur, pukul 13.25 WIB, Selasa 3 Februari 2026.
Kini, jenazah beliau disemayamkan di Pemakaman Giri Tama Tonjong, Bogor, untuk kembali bersatu dengan mendiang suaminya dalam keabadian.
Sebagai istri Jenderal Hoegeng Imam Santoso, Kapolri legendaris yang dikenal berintegritas, Meriyati memegang peran penting dalam menjaga nilai kejujuran, kesederhanaan, dan ketulusan pada keluarga maupun masyarakat.
Dalam kehidupan sehari-hari, Meriyati dikenal teguh menjalani hidup bersahaja. Ketika Hoegeng memilih menolak fasilitas dan praktik yang bertentangan dengan nurani, Meriyati mendukung keputusan tanpa ragu, meski berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.
Keteguhan itu tidak berhenti pada kehidupan pribadi. Meriyati juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Ia merupakan pendiri Yayasan Kanker Indonesia (YKI), sebuah lembaga yang fokus pada edukasi, pencegahan, dan pendampingan pasien kanker. Melalui YKI, Meriyati memperluas pengabdian dengan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kontribusi Meriyati Hoegeng kerap terabaikan dari perhatian publik karena perannya yang lebih banyak menjalani di balik layar.
Namun, nilai-nilai yang ia tanamkan, kejujuran, kesederhanaan, ketulusan serta keberaniannya memegang prinsip yang menjadi fondasi kuat bagi keteladanan keluarga Hoegeng yang hingga kini masih dikenang.
Baca Juga: Siswa SD di NTT Gantung Diri, Pesan yang Ditulis Tangan Begitu Memprihatinkan
Kini, kepergian Meriyati Hoegeng menjadi kehilangan bagi banyak pihak. Terutama dunia kepolisian yang turut berduka atas wafatnya sosok yang selama ini dikenal sebagai teladan moral di balik figur Kapolri yang bersih dan berani.
Kapolri Jenderal Listyo sigit Prabowo menyampaikan dukacita atas meninggalnya istri almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso.
“Saya selaku Kapolri Beserta Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng, istri tercinta dari almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.” Ucapnya pada Selasa (3/2) di Jakarta
Menurut Kapolri, Beliau bukan sekedar menjadi saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi polisi. Nilai-nilai yang ia wariskan hingga kini tetap hidup dan relevan.
Meski namanya jarang disebut dalam catatan resmi sejarah, keteladanan Meriyati Hoegeng akan terus dikenang.
Ia membuktikan bahwa keteguhan sikap, meski dijalani dalam sunyi, mampu memberi pengaruh besar dan bertahan melampaui zaman. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado