Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengapa Mojokerto Dijuluki Kota Onde-Onde? Ini Sejarah dan Faktanya

Imron Arlado • Jumat, 30 Januari 2026 | 21:46 WIB
Mengapa Mojokerto Dijuluki Kota Onde-onde? Ini Sejarah dan Faktanya.
Mengapa Mojokerto Dijuluki Kota Onde-onde? Ini Sejarah dan Faktanya.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Mojokerto dikenal sebagai salah satu kota bersejarah di Jawa Timur. Selain lekat dengan peninggalan Kerajaan Majapahit, kota ini juga memiliki julukan unik yang populer di kalangan masyarakat, yakni Kota Onde-onde.

Julukan tersebut bukan sekadar nama, melainkan memiliki latar belakang sejarah, budaya, dan fakta ekonomi yang kuat hingga kini.

Julukan Kota Onde-onde bermula dari kebiasaan masyarakat Mojokerto yang sejak lama memproduksi dan menjual onde-onde sebagai makanan khas daerah.

Onde-onde Mojokerto dikenal berbeda karena teksturnya yang lembut, isian kacang hijau yang legit, serta taburan wijen yang melimpah. Cita rasa khas inilah yang membuat onde-onde Mojokerto terkenal hingga ke luar daerah.

Seiring waktu, makanan tradisional ini berkembang menjadi ikon kuliner kota. Hampir di setiap sudut Mojokerto, terutama di jalur utama dan pusat oleh-oleh, penjual onde-onde mudah ditemukan.

Kondisi ini membuat onde-onde identik dengan Mojokerto dan melekat kuat dalam ingatan masyarakat.

Pada awalnya, onde-onde hanya diproduksi oleh usaha rumahan untuk konsumsi lokal. Namun, meningkatnya arus wisatawan yang datang ke Mojokerto baik untuk wisata sejarah maupun kuliner mendorong onde-onde menjadi oleh-oleh wajib.

Banyak pelaku UMKM kemudian mengembangkan usaha onde-onde dengan berbagai inovasi rasa dan kemasan tanpa meninggalkan cita rasa tradisional.

Pemerintah daerah pun turut mendukung eksistensi onde-onde sebagai identitas kota melalui promosi wisata dan kegiatan budaya.

Onde-onde kerap dihadirkan dalam acara resmi, festival kuliner, hingga perayaan hari jadi kota. Salah satu fakta menarik adalah Mojokerto sering disebut sebagai daerah dengan jumlah produsen onde-onde terbanyak di Jawa Timur.

Produksi onde-onde di kota ini bahkan mampu mencapai ribuan biji per hari, terutama saat musim liburan dan hari besar.

Selain itu, onde-onde Mojokerto juga dikenal tahan lama tanpa bahan pengawet berlebihan, sehingga aman dijadikan oleh-oleh perjalanan jauh.

Hal ini menjadi nilai tambah yang memperkuat posisinya sebagai ikon kuliner daerah, dalam budaya Jawa, onde-onde sering disajikan dalam berbagai acara tradisional seperti hajatan dan syukuran.

Makanan ini melambangkan kebersamaan dan rasa syukur. Di Mojokerto, nilai budaya tersebut masih terjaga, sehingga onde-onde tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga bagian dari tradisi sosial masyarakat.

Hingga kini, julukan Kota Onde-onde tetap melekat pada Mojokerto dan menjadi kebanggaan warga setempat. Onde-onde bukan hanya simbol kuliner, tetapi juga cerminan kreativitas masyarakat dalam menjaga warisan tradisional sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Dengan sejarah panjang dan fakta yang mendukung, tidak berlebihan jika Mojokerto terus dikenal luas sebagai Kota Onde-onde, kota kecil dengan cita rasa besar yang tetap lestari dari generasi ke generasi.

CINDY

Editor : Imron Arlado
#Majapahit #Kota Onde Onde #Kisah onde onde #sejarah mojokerto #kerajaan majapahit #bisnis onde onde