KABUPATEN - Sesosok mayat ditemukan di aliran Sungai Brantas, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Minggu (25/1). Jenazah berjenis kelamin laki-laki ini telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi mayat sempat terombang-ambing di Dam Pagerluyung, Kecamatan Gedeg. Awalnya, mayat pertama kali diketahui oleh pemancing dan dilaporkan ke perangkat Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko sejak Minggu (25/1) pagi. ’’Jam 06.00 pagi tadi sudah di situ (Dam Pagerluyung, Red), orang mancing bilang ke saya,’’ ungkap Kepala Desa Ngingasrembyong, Kusdianto kemarin (25/1).
Guna memastikan, pihaknya lalu melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP). Ternyata benar, terdapat mayat seseorang yang tergulung arus dan segera dilaporkannya ke pihak berwenang. ’’Baru bisa dipastikan (mayat) sekitar jam 09.00,’’ paparnya.
Selanjutnya, tim gabungan dari unsur relawan, PMI, dan BPBD Kabupaten Mojokerto melaksanakan proses evakuasi. Namun, karena arus Sungai Brantas yang cukup deras dan kondisi medan yang sulit, evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menjelaskan, proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama. Karena posisi mayat tergulung pada pusara air di Dam Pagerluyung. ’’Pada pukul 13.00, korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan,’’ tandasnya.
Jenazah kemudian langsung dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Pasalnya, saat ditemukan, kondisi mayat hanya mengenakan kaus berwarna hitam tanpa dilengkapi identitas.
Penemuan jenazah misterius kini telah ditangani Polsek Gedeg untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Baik untuk menelusuri identitas maupun mengungkap penyebab pasti kematian korban. ’’Diperkirakan, korban yang berusia kurang lebih 30 tahun ini telah meninggal lebih dari satu hari. Sehingga, kondisinya sulit untuk dikenali secara fisik,’’ Kapolsek Gedeg AKP Sukaren.
Saat ditemukan, ungkap Sukaren, hanya kaus hitam bertuliskan Hurley yang melekat pada tubuh mr X. Selain itu, korban dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter tersebut juga memiliki ciri-ciri kuku yang patah di salah satu jemari tangan kiri. ’’Kami berkoordinasi dengan pihak Satreskrim Polres Mojokerto Kota untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan,’’ imbuh Kapolsek. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah