JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Harga logam mulia kembali menunjukkan lonjakan yang cukup tajam. Pergerakan naik tersebut dapat memperpanjang tren penguatan harga emas yang sudah berlangsung di beberapa hari terakhir.
Sejak awal tahun 2026, mulai terus mencatat kenaikan secara beruntun. Jadi dapat dijadikan salah satu instrumen investasi yang paling menonjol.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Salah satu faktornya adalah penguatan harga emas dunia. Mulailah meningkatnya minat investor global terhadap aset aman (safe haven). Di tengah kondisi ekonomi dan tekanan global yang tidak pasti, emas menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai aset.
Risiko geopolitik global dan dinamika ekonomi internasional juga dapat memperkuat daya tarik emas. Dengan kondisi ini, dapat membuat permintaan emas tetap tinggi dan mendorong harga terus naik.
Faktor lain adalah pergerakan nilai tukar rupiah dengan dolar Amerika Serikat. Saat rupiah berada di tekanan, harga emas dalam negeri lebih cenderung ikut terseret naik. Karena emas diperdagangkan berdasarkan acuan di dolar AS.
Baca Juga: Jelang Imlek 2026, Inilah Tradisi Tionghoa dan Keluarga yang Masih Dilestarikan hingga Kini!
Respons Investor dan Kondisi Pasar
Dengan kenaikan harga yang cukup signifikan, investor emas dan pelaku pasar semakin mencermati pergerakan harga di setiap harinya. Sebagian investor, dengan tren penguatan emas dapat memperkuat posisinya sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi.
Untuk pelaku pasar harus tetap perlu memperhatikan potensi fluktuasi lanjutan. Karena pergerakan emas sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi, kebijakan suku bunga, serta kondisi pasar keuangan internasional.
Tren Sejak Awal Tahun
Sejak Januari 2026, harga emas konsisten bergerak naik dengan kenaikan yang bervariasi. Mulai dari ribu hingga puluhan ribu per gram. Dengan tren ini, akhirnya membawa harga logam mulia menembus level tertinggi dan mencetak rekor.
LULUS
Editor : Imron Arlado