JAWA POS RADAR MOJOKERTO — Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Kota Samarinda pada Rabu, 14 Januari 2026, akan didominasi kondisi berawan tebal hampir sepanjang hari, dengan potensi hujan disertai petir pada dini hari di kota Samarinda.
Potensi Cuaca Ekstrem Secara Nasional
BMKG memperkirakan sejumlah daerah di Indonesia akan mengalami cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga sangat lebat. Peringatan ini disampaikan bedassarkan analisis pola cuaca yang menunjukan pembentukan awan tebal dan ketidakstabilan atmosfer di beberapa wilayah di indonesia.
Hujan intensitas sedang hingga lebat diprediksikan terjadi di banyak kota, sementara kondisi berawan tebal juga diperkirakan mendominasi di sejumlah daerah lainnya. Kondisi seperti ini berpotensi menurunkan jarak pandang di beberapa wilayah.
Potensi Udara Kabur di Samarinda
Dalam informasi perkirakan cuaca terbaru, BMKG juga mengantisipasi potensi terjadinya udara kabur di wilayah samarinda. Udara kabur dapat disebabkan oleh kombinasi factor seperti
- Kondisi berawan hingga berawan tebal yang mendominasi wilayah
- Polutan atau partikel di udara yang menumpuk akibat stabilnya atmosfer
- Kelembapan tinggi yang membuat jarak pandang menurun
Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terutama pada saat.
- pengendara kendaraan bermotor karena jarak pandang berkurang
- nak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan
- menggunakan masker jika udara terasa tidak nyaman
- tidak mudah percaya pada informasi cuaca yang belum terverifikasi.
BMKG mengatakan bahwa potensi udara kabur dan cuaca ekstrem di samarinda merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius, meskipun tidak perlu disikapi dengan kepanikan yang berlebihan.
Fenomena ini merupakan bagian dari dinamika cuaca yang aktif dapat berubah dengan cepat, sehingga masyarakat diharapkan lebih waspada, adaptif, dan disiplin dalam memantau informasi cuaca.
Kondisi udara kabur juga berpotensi mempengaruhi aktivitas harian, mulai dari transportasi, Kesehatan, hingga keselamatan berkendara. Oleh karena itu, Langkah antisipasi sederhana seperti mengurangi aktivitas luar ruangan saat visibilitas menurun, menggunakan masker, serta mengatur jadwal perjalanan menjadi sangat penting.
JATI
Editor : Imron Arlado