Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cegah Longsor di Desa Jatijejer, Mahasiswa Unair Tanam 150 Bibit Bambu

Imron Arlado • Senin, 19 Januari 2026 | 12:46 WIB
RAWAT ALAM: Mahasiswa BBK 7 Unair Surabaya melakukan penanaman bibit bambu di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, melalui kegiatan AKAR, Minggu (18/1).
RAWAT ALAM: Mahasiswa BBK 7 Unair Surabaya melakukan penanaman bibit bambu di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, melalui kegiatan AKAR, Minggu (18/1).

KABUPATEN – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melaksanakan kegiatan AKAR yang merupakan akronim dari Aksi Kelola dan Rawat Alam.

Aksi tersebut dilakukan dengan penanaman 150 bibit bambu di wilayah rawan longsor Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (18/1).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa BBK 7 UNAIR yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

Program AKAR sebagai wujud nyata tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs), khususnya SDGs poin 13 tentang penanganan perubahan iklim dan poin 15 tentang ekosistem daratan. 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK 7 Unair Surabaya berkolaborasi dengan Yayasan Bambu Lestari serta Kelompok Tani Desa Jatijejer. Kolaborasi lintas pihak ini mencerminkan implementasi SDGs 17 kemitraan untuk mencapai tujuan dan menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa, lembaga lingkungan, dan masyarakat lokal dalam menjaga alam secara berkelanjutan.

 

 

Koordinator AKAR Risky Ardiansa menyampaikan, bahwa kegiatan AKAR tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

”Melalui program ini, kami ingin berkontribusi secara nyata dalam upaya pencegahan longsor di Desa Jatijejer,” ungkapnya. 

Di samping itu, lanjut Risky, kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs. Khususnya SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDGs 15 tentang ekosistem daratan melalui penghijauan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat desa.

”Serta SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, lembaga lingkungan, dan masyarakat dalam penghijauan, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan di tingkat desa,” ujarnya.

 Kegiatan AKAR mendapat dukungan penuh dari kelompok tani Desa Jatijejer yang turut membantu proses penanaman di lapangan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menjaga kestabilan tanah serta meningkatkan ketahanan lingkungan desa dari ancaman longsor di masa mendatang. (*/ram/ris)

 

 

Editor : Imron Arlado
#program AKAR #cegah longsor #Belajar Bersama Komunitas (BBK) #bibit bambu #unair