JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bayangkan siang hari tiba-tiba berubah menjadi gelap seperti malam. Suasana sunyi, suhu udara menurun, dan matahari seolah menghilang dari langit. Fenomena menakjubkan inilah yang disebut gerhana matahari total, salah satu peristiwa alam paling langka dan memukau.
Gerhana matahari total terjadi ketika bulan berada tepat di antara bumi dan matahari, sehingga cahaya tertutup sepenuhnya. tidak semua gerhana berlangsung lama. Namun ada satu peristiwa yang tercatat sebagai gerhana matahari total terpanjang pada abad ini. Peristiwa langka tersebut terjadi pada 22 july 2009.
Pada hari itu, gerhana matahari total berlangsung selama kurang lebih 6 menit 39 detik. Waktu ini tergolong sangat panjang karena biasanya fase totalitas hanya berlangsung sekitar 2-3 menit. Lamanya gerhana ini disebabkan oleh posisi bulan yang sedang berada dekat dengan bumi, sehingga tampak lebih besar dan mampu menutupi matahari lebih lama.
Gerhana matahari total terpanjang abad ini dapat disaksikan di beberapa wilayah seperti Samudra Arktik, Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Portugal, dan Spanyol utara. Gerhana matahari total 2026 ini terjadi pada 12 Agustus 2026.
Pada tahun ini NASA memprediksi akan terjadi empat fenomena gerhana sepanjang tahun 2026, terdiri dari dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan. Namun tidak semua peristiwa tersebut dapat dinikmati dari Indonesia.
Mengacu pada data dari laman resmi NASA, empat gerhana yang akan terjadi sepanjang 2026 adalah:
- Gerhana matahari cincin – Selasa, 17 Februari 2026
- Gerhana bulan total – Jumat, 3 Maret 2026
- Gerhana matahari total – Rabu,12 Agustus 2026
- Gerhana bulan sebagian – Kamis hingga Jumat, 27-28 Agustus 2026
Baca Juga: Kacabdindik Mojokerto Launching Buku Tahajud Ikhtiar Mudah Terwujud Karya Kepala SMAN 1 Puri
Fenomena gerhana matahari total ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan dampak bagi alam dan kehidupan manusia. Saat gerhana berlangsung suhu udara dapat menurun, cahaya matahari berkurang drastis dan beberapa hewan menunjukkan perilaku tidak biasa karena telah mengira hari telah berubah menjadi malam.
Meski menarik untuk disaksikan, masyarakat dihimbau untuk tidak melihat secara langsung tanpa alat pelindung. Melihat gerhana matahari dengan mata telanjang akan menyebabkan kerusakan pada saraf mata. sehingga penggunaan kacamata khusus sangat penting untuk menikmati fenomena langit tersebut.
TISA
Editor : Imron Arlado