JAWA POS RADAR MOJOKERTO — Tahun 2026 menjadi momen spesial bagi para pengamat langit, karena terjadi fenomena langka berupa gerhana matahari total.
Peristiwa ini diprediksikan terjadi pada 12 agustus 2026 dan menjadi salah satu fenomena astronomi paling dinantikan tahun ini. Gerhana matahari total terjadi Ketika bulan berada tepat di antara matahari dan bumi, sehingga Cahaya matahari tertutup sepenuhnya selama beberapa menit. Akibatnya, siang hari bisa berubah menjadi gelap layaknya senja.
Pada peristiwa ini, bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari sehingga terlihat cincin Cahaya di sekelilingnya. Gerhana jenis ini terutama terlihat di wilayah antartika dan Sebagian belahan bumi selatan
- Gerhana matahari total — 12 agustus 2026 akan dapat disaksikan secara sempurna di beberapa wilayah, seperti:
- Greenland
- Islandia
- Spanyol bagian utara
- Rusia bagian utara
Sementara itu Indonesia tidak masuk dalam jalur totalitas, sehingga fenomena ini tidak, dapat disaksikan secara langsung sebagai gerhana total. Namun, di beberapa wilayah dunia lainnya, gerhana masih bisa terlihat dalam bentuk gerhana Sebagian.
- Gerhana Matahari Cincin — 17 Februari 2026 akan dapat disaksikan secara sempurna di beberapa wilayah, seperti:
- Antartika
- Afrika Selatan
- Amerika Selatan
- Samudra luas
Himbauan untuk Masyarakat
Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak melihat Matahari secara langsung saat gerhana berlangsung tanpa alat pelindung khusus. Penggunaan kacamata gerhana atau filter Matahari sangat penting untuk mencegah kerusakan mata.
Fenomena Langit yang Langka
Gerhana matahari total merupakan fenomena langit yang sangat jarang terjadi di satu lokasi yang sama. Oleh karena itu, peristiwa ini selalu menarik perhatian ilmuwan, fotografer, hingga wisatawan dari berbagai negara.
Dengan hadirnya gerhana matahari total dan cincin di tahun 2026, masyarakat diharapkan bisa semakin tertarik mengenal ilmu astronomi dan keindahan fenomena alam semesta.
JATI
Editor : Imron Arlado