Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar TBC, sekaligus memberikan edukasi mengenai gejala awal penyakit serta langkah-langkah penanganan dan pencegahannya.
Pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh dr. Herley Windo Setiawan, Sp.P(K) dan dr. Prastuti Asta W., Sp.P(K) dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran UNAIR, bersama Rista Fauziningtyas, Ph.D dari Fakultas Keperawatan UNAIR. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi dengan Puskesmas Kemlagi, mahasiswa FK dan FKp UNAIR, serta didukung layanan mobile radiologi.
dr. Herley Windo Setiawan, Sp.P(K) menjelaskan bahwa sasaran utama program ini adalah masyarakat dengan faktor risiko penularan TBC, terutama kontak erat penderita TBC, seperti anggota keluarga yang tinggal serumah. Hal ini mengingat masih tingginya kasus TBC di masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu mendeteksi kasus TBC secara lebih cepat sehingga dapat memutus rantai penularan di lingkungan sekitar," ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 57 peserta mengikuti skrining. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan beberapa peserta dengan indikasi TBC yang selanjutnya akan mendapatkan pengobatan, sementara peserta yang dinyatakan sehat akan diberikan terapi pencegahan.
Sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, kegiatan skrining dan penyuluhan TBC ini menjadi wujud komitmen UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini selaras dengan SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan literasi dan edukasi kesehatan masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, tenaga kesehatan, dan mahasiswa.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, UNAIR berupaya memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pengendalian TBC dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah