JAWA POS RADAR MOJOKERTO – AIDS atau Acquired Immune deficiency Syndrome merupakan tahap lanjut dari infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga penderitanya menjadi sangat rentang terhadap sebagai infeksi dan penyakit berbahaya.
AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian serius dari masyarakat.
HIV bekerja dengan menyerang sel CD4, yaitu sel darah putih yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Ketika jumlah sel CD4 menurun secara signifikan, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi ikut melemah.
Baca Juga: Ini Pesan Gus Barra kepada Tiga Kepala Dinas Baru Pemkab Mojokerto
Jika tidak segera diobati, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS dalam jangka waktu beberapa tahun.
Penularan ini terjadi melalui pertukaran cairan tubuh tertentu, seperti darah, cairan sperma, cairan vagina, dan ASI.
Penularan ini paling sering terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak steril, serta penularan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.
Pergaulan bebas juga menjadi salah satu faktor terjangkitnya HIV, seseorang yang sering gonta-ganti pasangan juga gampang terkena virus tersebut. Maka dari itu, sangat ditekankan agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas.
Gejala AIDS biasanya muncul Ketika sistem kekebalan tubuh saat lemah. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain demam, diare kronis, infeksi berulang, kelelahan ekstrem, serta munculnya penyakit oportunistik seperti tuberkulosis dan pneumonia.
Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS sepenuhnya. Namun, pengobatan antiretroviral (ARV) mampu menekankan perkembangan virus dalam tubuh.
Dengan mengkonsumsi ARV secara rutin dan teratur, penderita HIV dapat mencegah perkembangan penyakit menjadi AIDS serta dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif.
Upaya pencegahan AIDS menjadi Langkah penting dalam menekan angka penularan, dukungan dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi penderita.
NENSI
Editor : Imron Arlado