Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Remaja Gampang Terjerumus Pergaulan yang Salah? Begini Akar Masalahnya

Imron Arlado • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:58 WIB
Mengapa anak mudah terpengaruh pergaulan yang bebas? Simak penjelasannya
Mengapa anak mudah terpengaruh pergaulan yang bebas? Simak penjelasannya

JAWA POS RADAR MOJOKERTO -  Masa anak dan remaja adalah fase penting dalam pembentukan jati diri mereka. Pada tahap ini, anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan keinginan untuk diakui yang membuat anak lebih mudah terpengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Demi memenuhi keinginan tersebut, anak rela menyesuaikan diri dengan lingkungan pergaulannya. Dalam kondisi ini anak cenderung menempatkan penerimaan sosial di atas pertimbangan moral dan risiko dalam jangka panjang.

Salah satu faktor utama anak mudah terpengaruh pergaulan yang salah adalah kurangnya percaya diri pada diri sendiri. Anak yang tidak yakin dan percaya akan kemampuan dan nilai pada dirinya sendiri akan rentan terhadap tekanan sosial yang ada.

Dengan ditemani rasa takut dikucilkan, dianggap aneh, dan tidak diterima yang membuat anak akan memilih dan mengikuti apa yang dilakukan oleh kelompoknya. Hal tersebut yang membuat anak tidak mendengarkan suara hati dan logikanya.

Selain faktor internal, lingkungan pergaulan yang tidak sehat juga juga mempengaruhi dalam membentuk perilaku anak. Anak yang tumbuh dengan pengawasan minim di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat sekitar memiliki risiko yang lebih tinggi terpengaruh oleh perilaku negatif.

Pelanggaran norma sosial dengan mudah ditiru seperti kebiasaan merokok, berkata kasar, bolos sekolah bahkan lebih parah sering terlihat dan dianggap sebagai hal biasa. Lingkungan seperti itulah yang membentuk pola pikir anak bahwa perilaku tersebut wajar dan dapat diterima.

Baca Juga: Ringankan Beban Mahasiswa, FISIP Universitas Jember Gelar Kuliah Daring

Kurangnya komunikasi yang efektif antara anak dan orang tua juga menjadi faktor penting. Anak yang merasa tidak didengar, tidak dipahami, dan selalu disalahkan tidak akan dapat terbuka dengan orang tua. Anak akan takut dimarahi jika membuat kesalahan.

Mereka akan mencari tempat lain untuk mengekspresikan perasaan dan keluh kesahnya. Teman sebayanya akan menjadi tempat pelarian utama, dan sebagian akan memberikan arahan yang tidak benar dan pengaruh luar pun akan semakin sulit dikendalikan.

Di era digital, media sosial dan internet juga mempercepat pengaruh pergaulan negatif. Anak dengan mudah mengakses berbagai konten, gaya hidup yang seringkali ditiru tanpa pemahaman yang baik dan dampaknya.

Tanpa pengawasan orang dewasa, anak akan kesulitan membedakan mana yang sekadar hiburan dan mana yang dapat berpotensi merugikan perkembangan mental dan sosialnya.

Kurangnya pendidikan karakter sejak dini, membuat anak tidak memiliki pegangan nilai dalam menghadapi pergaulan. Anak yang tidak diajarkan memahami nilai moral, tanggung jawab, konsekuensi setiap tindakan akan kesulitan mengatakan “tidak” dengan pengendalian diri yang lemah.

Anak yang memiliki pemahaman tentang risiko mengakibatkan mereka lebih mudah terbawa arus pergaulan yang salah tanpa perlawanan dan kemauannya.

Sebenarnya pergaulan bukan hanya karena kamu pribadi, tetapi juga dari hasil berbagai faktor yang berkaitan dan memengaruhi.

Baca Juga: Ratusan Honorer Pemkot Mojokerto Alami Alih Status

Pencegahan pergaulan negatif bukan hanya dibebankan kepada anak saja, tetapi orang tua, sekolah, dan lingkungan sekolah sangat dibutuhkan untuk memberikan teladan serta ruang nyaman bagi anak.

Dengan dukungan yang tepat, anak akan memiliki pondasi yang kuat dan tumbuh menjadi pribadi yang mampu memilih pergaulan secara bijak.

LULUS

 

Editor : Imron Arlado
#pola asuh #Pendidikan Karakter #pengaruh lingkungan #lingkungan sosial #anak #perkembangan anak #remaja #salah pergaulan #parenting #kenakalan remaja