JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Begadang atau tidur larut malam sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Terutama karena mengerjakan tugas, menyelesaikan pekerjaan, bermain game atau hanya sekadar menonton film.
Padahal, tubuh manusia membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar organ-organ di dalam tubuh kita bisa bekerja dengan baik di esok harinya.
Jika kebiasaan begadang terus menerus dilakukan dampaknya akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh maupun mental.
Dampak begadang pada kesehatan fisik:
- Sistem kekebalan tubuh melemah
- Gangguan metabolisme dan berat badan
- Risiko penyakit
- Penuaan dini
- Gangguan kulit
- Penurunan fungsi fisik
Dampak begadang bagi kesehatan mental:
- Gangguan emosi
- Meningkatkan risiko gangguan mental
- Penurunan fungsi kognitif
- ADHB (Attention, Deficit/peractivty desorder)
Begadang juga dapat mengganggu konsentrasi dan daya ingat. Otak yang kurang istirahat akan sulit untuk fokus dan menjadi mudah lupa. Hal ini tentu berdampak pada konsentrasi saat belajar maupun saat bekerja.
Selain itu kurang tidur juga dapat menyebabkan suasana hati menjadi tidak stabil seperti mudah marah,cemas,dan stres. Jika ini berlangsung terus menerus akan mengakibatkan risiko gangguan kecemasan dan kelelahan mental.
Oleh karena itu penting untuk mengatur pola tidur dengan baik, usahakan tidur 7-9 jam setiap malamnya dan biasakan tidur serta bangun di jam yang sama setiap hari.
Dengan tidur yang cukup tubuh kita akan lebih sehat dan pikiran menjadi lebih segar sehingga saat beraktivitas menjadi lebih menyenangkan. TISA
Editor : Imron Arlado