- Dibuang di Lahan Bekas Galian C
- Akses Jalan Menuju Lokasi Diblokade
MOJOSARI - Warga dua desa di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, resah terkait keberadaan limbah yang dibuang di bekas galian C. Pasalnya, tumpukan yang diduga limbah kotoran hewan ternak ini menimbulkan aroma menyengat ke area permukiman.
Limbah ternak tersebut berada di lahan terbuka perbatasan antara Dusun Pandisari, Desa Sawo dan Dusun Sumberkepuh, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Warga setempat menuturkan, praktik pembuangan limbah ini diketahui sejak sebelum pergantian tahun baru. ”Sekitar Desember (2025), ada dua titik,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tak dipublikasikan, kemarin (8/1).
Dia mengaku tak mengetahui secara pasti jenis limbah yang dibuang di tengah lahan eks galian C itu. Namun, dari wujud dan aroma tak sedap yang ditimbulkan, diduga material yang dibuang merupakan kotoran hewan. ”Tapi, tidak tahu kotoran ternak apa, yang jelas baunya sangat menyengat,” paparnya.
Menurutnya, warga juga tidak mengetahui asal-usul limbah tersebut. Dirinya hanya sempat melihat beberapa kali kendaraan truk yang berseliweran. Setelah dicek, ternyata kendaraan tersebut mengangkut limbah dan melakukan dumping di area bekas galian.
Sementara itu, Kepala Dusun Pandisari Ahmad Irfan membenarkan keluhan warga terkait keberadaan limbah tersebut. Dari hasil pengecekan, diduga kuat buangan ini merupakan limbah ternak. ”Tidak jelas apa, ada pecahan telur ayam dan kotoran ternak,” sebut dia.
Dirinya juga tak mengetahui siapa yang pelaku pembuangan limbah sembarangan di wilayahnya tersebut. Namun, dumping kotoran ternak ini membawa dampak langsung ke masyarakat. ”Kalau ada angin, baunya sampai permukiman warga,” paparnya.
Agar tak menimbulkan dampak yang lebih luas, pamong dusun bersama warga telah mengambil langkah dengan menutup akses jalan menuju lokasi pembuangan limbah. Upaya tersebut guna menghalau agar truk bermutan kotoran ternak tidak melakukan dumping lagi di lahan bekas galian. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah