JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Air mineral dan demineral sudah kerap terdengar di telinga kita. Namun, tahukah kalian perbedaan dua jenis air tersebut?
Air mineral bersumber dari mata air pegunungan alami, kaya mineral esensial seperti kalsium, magnesium, dan kalium yang dibutuhkan tubuh setiap hari.
Berbeda dengan air demineral hasil proses reverse osmosis (RO) yang mineralnya hampir nol, lebih cocok untuk keperluan industri dari pada konsumsi harian.
1. Kandungan Mineral: Kaya Nutrisi vs Hampir Kosong
Air mineral mengandung mineral alami minimal 250 ppm (parts per million), seperti kalsium 50-100 mg/L untuk tulang kuat dan magnesium 10-30 mg/L untuk fungsi otot serta saraf. Contohnya merek air mineral terkenal yang menjaga kadar mineral alami ini.
Air demineral biasanya diproses melalui reverse osmosis, distilasi, atau deionisasi untuk menghilangkan hampir seluruh mineral seperti kalsium, magnesium, natrium, klorida, sulfat, dan nitrat.
Hasilnya, kadar total padatan terlarut (TDS) biasanya di bawah 10 ppm, membuatnya cocok untuk industri, laboratorium, atau alat rumah tangga, tapi kurang ideal untuk konsumsi harian karena minim manfaat nutrisi.
2. Proses Produksi: Alami vs Filtrasi Ekstrem
Air mineral diambil langsung dari sumber alam yang terlindung, hanya melalui filtrasi dasar seperti karbon aktif dan UV untuk menjaga kebersihan tanpa mengubah komposisi mineral. Proses ini mempertahankan rasa segar dan "hidup" yang alami.
Sebaliknya, air demineral melalui Reverse Osmosis bertekanan tinggi yang menyaring hampir semua zat padat terlarut, termasuk mineral baik, lalu sering ditambahkan oksigen untuk rasa. Metode ini ideal untuk laboratorium atau mesin industri, tapi kurang optimal untuk hidrasi manusia harian.
3. Rasa dan Sensasi Minum: Segar Alami vs Datar Hambar
Air mineral memiliki rasa khas yang menyegarkan karena kandungan mineralnya, terasa lebih enak saat cuaca panas atau setelah berolahraga. Banyak orang familiar dengan sensasi "hidup" ini dari merek-merek populer.
Air demineral cenderung hambar seperti air suling, karena minim ion mineral meski bersih, kurang nikmat diminum terus-menerus. Studi blind taste test di Eropa menemukan 70% responden lebih memilih air mineral untuk rasa dan kepuasan hidrasi.
4. Manfaat Kesehatan: Nutrisi Pendukung vs Hidrasi Murni
Air mineral berkontribusi 5-20% kebutuhan mineral harian, membantu cegah kram otot, menjaga tekanan darah stabil, dan mendukung kesehatan jantung. Ini sangat bermanfaat untuk anak-anak, atlet, dan lansia dengan aktivitas tinggi.
Baca Juga: Dompet Tipis Justru Jadi Simbol Banyak Uang, Kok Bisa?
Air demineral hanya menyediakan H2O murni untuk hidrasi dasar, tapi tanpa mineral bisa menyebabkan ketidak seimbangan elektrolit, kelelahan kronis, atau gangguan pencernaan menurut penelitian Eropa. BPOM dan ahli gizi merekomendasikan air mineral sebagai pilihan utama konsumsi sehari-hari.
5. Harga, Ketersediaan, dan Rekomendasi Praktis
Air mineral biasanya Rp 3 ribu - Rp 6 ribu per botol 600ml, sedikit lebih mahal dari demineral Rp 2 ribu- Rp 3 ribu. Tapi nilai nutrisinya lebih tinggi untuk investasi kesehatan jangka panjang.
Untuk rumah tangga, gunakan air mineral untuk minum langsung dan memasak, sementara demineral cocok untuk setrika, baterai, atau pencucian khusus.
Dokter gizi menyarankan minimal 2-3 liter air mineral per hari, terutama di musim kemarau atau saat beraktivitas luar ruangan, kecuali ada kondisi medis seperti batu ginjal.
ANGELINA
Editor : Imron Arlado