JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Seblak menjadi makanan favorit banyak orang terutama kalangan remaja. Cita rasanya yang pedas dan gurih dengan banyak toping seperti kerupuk, dumpling dan masih banyak lagi membuat makanan ini menjadi favorit kalangan remaja.
Namun dibalik kenikmatannya, seblak dapat menimbulkan berbagai gangguan pencernaan hingga masalah kesehatan.
Umumnya seblak mengandung cabai dalam jumlah yang tinggi, bumbu instan, minyak berlebih, serta kerupuk yang memiliki banyak karbohidrat.
Kombinasi ini dapat memicu iritasi pada lambung terutama untuk orang yang memiliki sistem pencernaan sensitif.
Selain itu penggunaan penyedap rasa dan garam berlebihan juga memicu hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) yang jika dikonsumsi terus menerus dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke serta bisa menyebabkan kanker lambung.
Gangguan pencernaan yang sering terjadi:
- Diare/sembelit
- Perut kembung
- Asam lambung naik
- Usus buntu (jika terlalu sering)
Banyak orang menikmati seblak tanpa menyadari bahwa tubuhnya sedang memberi reaksi tanda bahaya.
Baca Juga: 5 Daftar Smartphone yang Akan Rilis Awal 2026, Berikut Spesifikasi dan Harganya
Rasa perih, mulas atau tidak nyaman setelah makan seblak sering dianggap hal biasa dan akan hilang dengan sendirinya padahal itu adalah awal dari masalah pencernaan dan dapat berkembang secara perlahan dan menimbulkan penyakit yang lebih serius.
Selain berdampak pada usus dan lambung, kandungan garam juga dapat mempengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh.
Tingginya kandungan garam juga dapat membuat tubuh lebih banyak bekerja untuk menyimpan cairan dan tekanan darah.
Jadi perlu diingat seblak tidak sepenuhnya untuk dihindari melainkan jangan terlalu sering mengonsumsi dan bijaklah dalam memilih makanan. Imbangi juga dengan memakan yang sehat dan perbanyak olahraga agar tubuh tetap terjaga kesehatannya. TISA
Editor : Imron Arlado